Kilau Emas di Tengah Data Ekonomi AS yang Kuat
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas dunia makin berkilau, seiring suguhan data ekonomi AS yang kuat, seperti penjualan ritel dan klaim pengangguran yang lebih rendah dari perkiraan.
Mengutip Bloomberg.com Harga emas dunia di pasar spot Jumat (18/10/2024) pukul 09.48 WIB terpantau naik 15,91 poin (0,59%) ke posisi US$ 2.708,62 per troy ons.
Menurut riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX), data ini memperlihatkan ketahanan ekonomi AS, tetapi tidak cukup untuk menekan harga emas secara signifikan. Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun juga meningkat, tetapi ketidakpastian geopolitik, terutama terkait ketegangan di Timur Tengah, terus mendukung permintaan akan aset safe haven seperti emas.
Baca Juga
"Katalis utama bagi pergerakan emas saat ini adalah ekspektasi bahwa beberapa bank sentral global akan segera memangkas suku bunga sebagai respons terhadap penurunan inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang melambat," papar riset tersebut.
Penurunan suku bunga ini diantisipasi oleh pasar sebagai sinyal positif bagi emas, karena menurunkan biaya peluang memegang aset tanpa bunga seperti emas. Di mana Federal Reserve AS sendiri diperkirakan akan mengurangi suku bunga sebesar 25 basis poin (bsp) dalam pertemuan November mendatang, meskipun pasar tetap terbagi mengenai sejauh mana pelonggaran moneter akan berlanjut.
Di sisi lain, ketidakpastian politik terkait pemilu AS yang akan datang dan ketegangan yang meningkat di Timur Tengah turut memberikan dorongan bagi harga emas.
Baca Juga
"Situasi geopolitik yang tidak menentu membuat para investor beralih ke emas sebagai lindung nilai terhadap risiko global. Selain itu, dolar AS yang terus menguat belum sepenuhnya membatasi kenaikan harga emas, menunjukkan bahwa aset ini tetap menjadi pilihan bagi investor dalam menghadapi ketidakpastian yang terus berkembang di pasar global," ulasnya.
Riset ICDX menunjukkan saat ini harga emas dunia menurun dengan support beralih ke area US$ 2.677 dan resistance terdekat berada di area US$ 2.720. Sementara support terjauhnya berada di area US$ 2.661 - US$ 2.610, sedangkan untuk resistance terjauhnya berada di area US$ 2.750 - US$ 2.785.

