IHSG Diprediksi Lanjutkan Penguatan, Empat Saham Ini Pilihan Teratas
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (18/10/2024), dua hari jelang pelantikan Presiden Prabowo Subianto diproyeksikan berpotensi lanjutkan penguatan menuju area resisten selanjutnya.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa peluang penguatan tersebut didukung atas keberhasilan IHSG menembus resisten MA20 dan trend bullish masih terus berlanjut. Hal ini berpotensi mengerek indeks ke level selanjutnya 7.810 hingga 7.910. Sedangkan level support yang perlu diwaspadai adalah 7.619.
Baca Juga
Porsi Investasi Investor Institusi Menyusut di Reksa Dana, Infovesta Beberkan Alasannya
Peluang berlanjutnya penguatan indeks juga didukung atas keberhasilan Wall Street catatkan penguatan semalam, yaitu Dow Jones melesat 0,37%. Sebaliknya indeks S&P500 dan Nasdaq melemah tipis.
Di tengah peluang berlanjutnya rebound IHSG, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli empat saham berikut, yaitu saham ENRGY dengan target harga Rp 254-270, saham NISP dengan target harga Rp 1.295-1.440, saham SCMA dengan target harga Rp 138-150, dan saham VKTR dengan target harga Rp 170-185.
IHSG kemarin ditutup melesat sebanyak 86,1 poin (1,13%) menjadi 7.735,04. Pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 1,22 triliun di seluruh pasar, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 344,70 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 323,95 miliar, dan PT Bumi Resource Minerals Tbk (BRMS) Rp 222,73 miliar.
Kenaikan indeks kemarin ditopang lompatan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar 2,74%, sektor energi 1,31%, sektor keuangan 1,12%, sektor teknologi 0,99%, sektor property 0,82%, dan sektor industry 0,72%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor consumer non primer, kesehatan, dan infrastruktur.
Baca Juga
Optimisme Ekonomi Dorong Penguatan Wall Street, Dow Pecah Rekor Lagi
Enam saham menguat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) 34,68% menjadi Rp 167, PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) menguat 33,78% menjadi Rp 99, dan PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) menguat 34,81% menjadi Rp 182.
Lompatan hingga ARA juga melanda saham PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA) sebanyak 24,82% menjadi Rp 353 dan PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) naik 19,85% menjadi Rp 11.625.
Grafik IHSG

