IHSG Berpotensi Menguat, Pilarmas Rekomendasikan BUMI, DEWA dan PWON
JAKARTA, investortrust.id – PT Pilarmas Investindo Sekuritas memproyeksi indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat terbatas dengan support dan resistance di level 7.465– 7.675, Selasa (15/10/2024).
Pilarmas mencermati bahwa pergerakan IHSG hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen dari luar negeri yaitu Retail Sales Amerika Serikat yang diproyeksikan mengalami kenaikan, dan Industrial Production MoM yang diproyeksikan mengalami penurunan.
Dikatakan, tidak ada data yang memberikan tekanan, kecuali data ketenagakerjaan Initial Jobless Claims yang diproyeksikan mengalami penurunan dan Continuing Claims yang diproyeksikan kembali naik akibat meningkatnya pemutusan hubungan kerja.
Dari pasar Eropa, Inflasi yang diproyeksikan belum akan berubah dan bertahan di level 1,8% YoY, dan data ini akan menjadi momentum penting pertemuan Bank Sentral Eropa pada tanggal 17 October mendatang yang diproyeksikan mengalami penurunan sebanyak 25 bps.
Pilarmas juga mencermati bahwa data pertumbuhan ekonomi China kuartal ke tiga akan mempengaruhi pergerakan pasar, dimana secara yoy diproyeksikan akan mengalami penurunan dari sebelumnya 4,7% menjadi 4,5%, dan secara year to date (ytd) diproyeksikan akan mengalami penurunan dari 5% menjadi 4,9%.
Kemudian penjualan ritel memiliki potensi mengalami kenaikkan dari sebelumnya 2,1% menjadi 2,5% - 2,7% YoY. Sedangkan, investasi property diproyeksikan masih mengalami penurunan meskipun membaik dari sebelumnya -10,2% menjadi -10%.
Baca Juga
GMF Aero Asia (GMFI) Rights Issue, Garuda (GIAA) Eksekusi Saham lewat Inbreng Aset Rp 418 Miliar
Setelah beberapa data ekonomi yang begitu penting, Pilarmas menilai bahwa pasar akan melihat bukti bahwa pemerintah dan bank sentral menepati janji mereka untuk memberikan stimulus melalui pemangkasan tingkat suku bunga mereka. Di mana 1 tahun dan 5 tahun Loan Prime Rate diproyeksikan akan turun 15– 20 bps dari sebelumnya.
“Apabila terjadi pemangkasan, tentu kami yakin pelaku pasar dan investor akan segera bersorak sorai karena China memegang ucapan mereka untuk memulihkan perekonomian,” tulis Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam riset hariannya, Selasa (15/10/2024).
Pilarmas melihat, Export China mengalami penurunan cukup dalam dari 8,7% menjadi 2,4%, begitupun dengan Import China yang mendatatkan penurunan dari sebelumnya 0,5% menjadi 0,3%. Alhasil Trade Balance pun mencatatkan surplus namun mengalami penurunan dari sebelumnya U$$ 91,02 miliar menjadi US$ 81,71 miliar.
Melemahnya surplus Trade Balance juga diproyeksikan dari melemahnya permintaan eksternal dan domestic, belum lagi meningkatnya risiko geopolitik yang menambah ketidakpastian prospek ekspor.
“Ekpspor Tiongkok kepada Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan semua mengalami penurunan, tidak terkecuali Uni Eropa dan Amerika yang mengalami juga mengalami perlambatan akibat adanya tarif dagang,” paparnya.
Selanjutnya, sentimen dari dalam negeri yang dinilai Pilarmas akan mempengaruhi pergerakan pasar saham adalah Presiden terpilih, Prabowo Subianto memiliki target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%, yang salah satu strateginya adalah menggenjot sektor properti.
Baca Juga
Ketua Dewan Pakar TKN Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, Burhanuddin Abdullah, menilai bahwa dengan kualitas sumber daya manusia dan teknologi yang lebih baik saat ini, mereka yakin target pertumbuhan ekonomi 8% dapat tercapai di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
“Kami menilai optimisme ini juga perlu melihat kondisi masyarakat, terlebih dengan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal yang baru-baru ini marak terjadi sehingga diperlukan insentif dan kebijakan yang dapat mendukung peningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat yang sempat terkontraksi akibat ketidakpastian perekonomian global,” pungkasnya.
Berikut ini adalah rekomendasi teknikal dari Pilarmas Investindo Sekuritas untuk perdagangan hari ini:
PT BUMI Resources Tbk (BUMI)
Support: 133
Resistance: 144
Target harga: 143
PT Darma Henwa Tbk (DEWA)
Support: 73
Resistance: 81
Target harga: 80
PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)
Support: 480
Resistance: 530
Target harga: 525

