Tawarkan Bunga 7%, Cikarang Listrindo (POWR) Terbitkan Surat Utang US$ 500 Juta di Singapura
JAKARTA, investortrust.id - PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) mengumumkan rencana penerbitan surat utang (notes) di bursa Singapura (SGX-ST) dengan jumlah pokok maksimal US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,85 triliun (Kurs Rp 15.707 per 10 Oktober 2024).
Surat utang ini akan ditawarkan dengan tingkat bunga 7% per tahun dengan pembayaran bunga dilakukan setiap 6 bulan.
Untuk aksi korporasi ini, Perseroan berencana meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dojadwalkan pada Jumat, tanggal 22 November 2024 Pukul 10.00 Waktu Indonesia Barat.
Dalam keterbukaan informasi yang dikutip, Kamis (10/10/2024), Manajemen PT Cikarang Listrindo Tbk menyampaikan bahwa penerbitan notes bertujuan untuk meningkatkan likuiditas Perseroan dan untuk mendukung kebutuhan pembiayaan umum Perseroan.
Baca Juga
Cikarang Listrindo (POWR) Berkomitmen Terapkan Aspek Keberlanjutan
‘’Peningkatan likuiditas tersebut akan digunakan untuk pelunasan sebagian atau keseluruhan atas surat utang (Notes) 2026 (termasuk bunga dan biaya lainnya),’’ urai Investor Relations & Corporate Finance Manager POWR Ko Rina.
Lebih jauh, penerbitan notes dilakukan secara langsung oleh Perseroan dan ditujukan kepada pihak yang tidak terafiliasi dengan Perseroan, yaitu para calon Pembeli Awal sehingga Rencana Transaksi bukan merupakan Transaksi Afiliasi dan tidak terdapat Benturan Kepentingan sebagaimana aturan OJK.
Listrindo Capital B.V., anak perusahaan Perseroan, selaku penerbit dari Surat Utang (Notes) 2026 telah mengalihkan seluruh hak dan kewajibannya atas surat utang (Notes) 2026 kepada Perseroan pada tanggal 25 September 2019.
Baca Juga
Satu Pekan Suspensi, Saham Perdana Karya (PKPK) Diperdagangkan Lagi Hari Ini
Adapun penerbitan surat utang (notes) dan pelunasan surat utang (Notes) 2026 akan tergantung pada kondisi pasar. ‘’Perseroan akan memperhatikan kondisi yang terbaik yang akan diperoleh Perseroan sesuai rencana Perseroan untuk menerbitkan notes dan melunasi sebagian atau keseluruhan atas notes 2026.
Sebagai catatan, notes 2026 sendiri masih memiliki jangka waktu sampai 2026. ‘’Selain persetujuan listing dari SGX-ST dan persetujuan pemegang saham Perseroan dalam RUPSLB, tidak terdapat persetujuan dari pemerintah atau badan atau institusi lain yang diperlukan dalam rangka penerbitan notes.
Grafik Harga Saham POWR:

