Prospek Stabil, Merdeka Battery (MBMA) Pertahankan Peringkat idA dari Pefindo
JAKARTA, investortrust.id – Lembaga peringkat efek, Pefindo menegaskan peringkat idA dengan prospek stabil untuk PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).
Peringkat idA juga berlaku untuk Obligasi I dan II Tahun 2024 yang diterbitkan oleh MBMA senilai Rp 2 triliun. Peringkat terbaru korporasi dan surat utang MBMA berlaku sejak 5 Juni 2024 hingga tanggal 1 Juni 2025.
Analis Pefindo Kresna Wiryawan dan Faizun Muhtada mengatakan, efek utang dengan peringkat idA mengindikasikan bahwa kemampuan emiten untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut, dibandingkan dengan emiten lainnya di Indonesia, adalah kuat.
Baca Juga
Meski Cetak Kenaikan Laba, Target Saham Merdeka Battery (MBMA) Dipangkas Sekuritas Ini, Ada Apa?
‘’Walaupun demikian, kemampuan emiten mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi, dibandingkan dengan emiten yang peringkatnya lebih tinggi,’’ ulas Analis Pefindo tersebut dalam laporan peringkat yang dikutip, Senin (7/10/2024).
Lebih jauh dikatakan, peringkat mencerminkan kegiatan usaha MBMA yang terintegrasi secara vertikal, sinergi yang kuat dengan grup dan mitra strategis, serta cadangan dan sumber daya tambang yang memadai.
Namun, peringkat dibatasi oleh risiko pengembangan proyek-proyek baru dan paparan terhadap fluktuasi harga nikel. Peringkat dapat dinaikkan apabila MBMA memperkuat diversifikasi bisnisnya, termasuk dengan menambah proyek-proyek hilir di bisnis rantai nilai bahan baku baterai kendaraan bermotor listrik.
Peringkat juga dapat dinaikkan jika MBMA sukses mengoperasikan proyek-proyek barunya tepat waktu dan menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi daripada yang diproyeksikan dengan meningkatkan indikator-indikator profitabilitas, yang akan secara berkelanjutan berdampak positif terhadap profil keuangan.
Namun, peringkat dapat diturunkan jika MBMA mencatat pendapatan dan marjin laba yang lebih rendah dari yang telah diproyeksikan akibat tidak tercapainya target kinerja dari proyek-proyek baru tersebut, atau akibat dari penurunan harga nikel yang signifikan.
Baca Juga
Green Power Group (LABA) Jalin Kerja Sama Suplai 31.000 Baterai Motor Listrik
‘’Peringkat juga dapat kami turunkan apabila MBMA menambah utang yang substansial untuk membiayai proyek-proyek baru tanpa diimbangi oleh pendapatan atau EBITDA yang lebih tinggi,’’ jelasnya.
MBMA adalah perusahaan induk dari beberapa entitas yang beroperasi di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dan Konawe. Perusahaan memiliki tiga smelter Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF), satu konverter nickel matte, dan proyek Acid Iron Metal (AIM), serta tambang nikel.
Perusahaan juga sedang dalam proses membangun pabrik High Pressure Acid Leach (HPAL) di IMIP dan Indonesia Konawe Industrial Park (IKIP).
Per 30 Juni 2024, pemegang saham MBMA terdiri dari: PT Merdeka Energi Nusantara (50,04%), Garibaldi Thohir (6,33%), Huayong International (Hong Kong) Limited (7,55%), PT Alam Permai (5,43%), Winato Kartono (2,19%), dan publik (28,46%).

