Pefindo Pertegas Peringkat idA- untuk Bali Towerindo (BALI) dengan Prospek Stabil
JAKARTA, investortrust.id – Lembaga peringkat efek, Pefindo menegaskan peringkat idA- dengan prospek stabil untuk PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI), dan peringkat idA-(sy) untuk Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahun 2022.
Peringkat tersebut berlaku sejak 2 September 2024 hingga 1 September 2025. Pada periode sebelumnya, September 2023 Pefindo juga memberikan peringkat idA- untuk BALI.
Analis Pefindo Martin Pandingan dan Fahrinaldi Akbar mengatakan, instrumen pendanaan syariah dengan peringkat idA(sy) mengindikasikan bahwa kemampuan emiten untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang dalam kontrak pendanaan syariah dibandingkan emiten Indonesia lainnya adalah kuat.
Namun demikian, mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan instrumen yang peringkatnya lebih tinggi.
Baca Juga
Jokowi Bertolak ke Bali untuk Hadiri Indonesia-Africa Forum Ke-2
‘’Sementara tanda kurang (-) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif lemah dan di bawah rata-rata kategori yang bersangkutan,’’ kata Martin dan Fahrinaldi dalam laporan peringkat dikutip, Selasa (3/9/2024).
Lebih lanjut dikatakan, peringkat tadi mencerminkan aliran pendapatan dan marjin laba BALI yang stabil, permintaan yang tinggi terhadap layanan broadband, serta kegiatan usaha yang relatif terdiversifikasi.
Peringkat dibatasi oleh persaingan yang ketat di industri dan ketergantungan yang tinggi terhadap belanja modal yang didanai dari pinjaman.
‘’Peringkat dapat dinaikkan jika BALI mampu mengembangkan skala operasi di industri menara telekomunikasi dan broadband tetap. Hal ini perlu diimbangi oleh perbaikan secara berkelanjutan untuk struktur permodalan, perlindungan arus kas, dan posisi likuiditas,’’ katanya.
Di sisi lain, peringkat dapat diturunkan jika pendapatan atau EBITDA Perusahaan jauh di bawah target, atau Perusahaan berutang melebihi dari yang telah diproyeksikan, yang akan berdampak pada pelemahan struktur permodalan dan perlindungan arus kas.
Baca Juga
Deretan Saham Syariah Ini Berpotensi Kasih Cuan, Intip Target Harga Berikut
Peringkat juga dapat diturunkan jika aliran arus kas BALI dapat secara negatif dipengaruhi oleh tren konsolidasi telekomunikasi yang berpotensi mengurangi permintaan menara dalam jangka panjang, tanpa dikompensasi oleh percepatan pertumbuhan di segmen bisnis lainnya.
Sebagai catatan, BALI bergerak di bisnis menara telekomunikasi dan bisnis penyewaan jaringan transmisi, serta penyediaan jasa internet di Indonesia, khususnya di Bali, Jakarta Raya, dan beberapa kota di pulau Jawa.
Per 30 Juni 2024, pemegang saham terdiri dari PT Kharisma Cipta Towerindo (59,7%), Robby Hermanto (0,0%), dan publik (40,3%).

