OJK Optimistis Penurunan Suku Bunga Dorong Minat IPO Pasar Modal
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis masih akan ada penambahan jumlah emiten baru sampai dengan akhir tahun.
Optimisme ini didorong oleh sentimen penurunan suku bunga acuan oleh The Fed yang dinilai membuat ekuitas lebih menarik sebagai salah satu pilihan investasi.
Lebih lanjut, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi memaparkan bahwa masih terdapat beberapa rencana IPO yang masih dalam penelahaan dalam daftar pipeline OJK.
“Dalam daftar pipeline OJK, masih terdapat beberapa rencana IPO yang masih dalam penelahaan, termasuk beberapa calon emiten yang baru menyampaikan Pernyataan Pendaftaran di akhir triwulan III-2024,” ujar Inarno dalam pernyataan tertulis, yang dikutip Kamis, (3/10/2024).
Baca Juga
Kucuran Kredit Lebih Tinggi Ketimbang DPK, OJK: Ekspansi Usaha Meningkat
Dipantau pada laman e-IPO Bursa Efek Indonesia, terdapat dua perusahaan yang akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu PT Vernona Indah Pictures Tbk (VERN) dan PT Master Print Tbk (PTMR).
Kedua Perusahaan tadi tengah melakukan masa penawaran saham (offering), sejak tanggal 2 Oktober hingga 4 Oktober 2024. Sementara itu, terdapat satu perusahaan yang menunda pencatatan saham yaitu PT Golden Westindo Artajaya Tbk (GWAA).
Sebelumnya , Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan sebanyak 32 perusahaan sedang dalam antrean (pipeline) pencatatan perdana saham (Initial Public Offering/IPO).
Dari jumlah tersebut sebanyak 12 perusahaan memiliki aset skala besar dengan nilai di atas Rp 250 miliar. Sedangkan, 18 perusahaan dengan skala menengah beraset Rp 50 miliar - Rp 250 miliar dan 2 perusahaan dengan berskala kecil di bawah Rp 50 miliar.
Baca Juga
OJK Imbau Investor Waspadai Volatilitas Pasar Pasca Penurunan Suku Bunga
Sementara itu, dalam pemaparannya Inarno juga mengungkapkan bahwa penghimpunan dana di pasar modal Indonesia masih dalam tren positif. Hingga September 2024 tercatat nilai penawaran umum untuk seluruh efek mencapai Rp 137,05 triliun.
“Sementara itu, penghimpunan dana di pasar modal masih dalam tren positif tercatat nilai penawaran umum mencapai Rp 137,05 triliun dimana Rp 4,39 triliun diantaranya merupakan fundraising dari 28 emiten baru,” ujar Inarno dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan & Kebijakan OJK Hasil RDK Bulanan September 2024 secara daring, Selasa (1/10/2024).

