Kucuran Kredit Lebih Tinggi Ketimbang DPK, OJK: Ekspansi Usaha Meningkat
JAKARTA, investortrust.id - Hingga Agustus 2024, dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perbankan tumbuh 7,01% secara year on year (yoy), lebih rendah ketimbang penyaluran kredit yang naik 11,40% (yoy). Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kondisi saat ini mencerminkan ekspansi usaha yang semakin tinggi.
“Mencerminkan ekspansi usaha yang lebih tinggi dibandingkan dengan kebutuhan menyimpan dana, yang juga mencerminkan normalisasi aktivitas dunia usaha,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) September 2024, yang diadakan secara virtual, Selasa (1/10/2024).
Menurutnya, peningkatan aktivitas ekonomi juga mendorong konsumsi di masyarakat. Pada akhirnya turut mempengaruhi pertumbuhan simpanan atau DPK masyarakat di perbankan.
Baca Juga
OJK Sebut Kredit Bank Tumbuh 11,4% per Agustus 2024, NPL 2,26%
Secara rinci, OJK mencatat DPK perbankan tumbuh 7,01% dari Rp 8.083 triliun pada Agustus 2023 menjadi Rp 8.650 triliun di periode yang sama tahun ini. Sementara, total kredit perbankan sebesar Rp 7.508 triliun pada Agustus 2024, naik 11,40% dari periode yang sama tahun lalu Rp 6.379 triliun.
Dian berharap, suku bunga global yang menurun, dan spread antara suku bunga The Fed dan suku bunga domestik yang masih positif, termasuk tingkat inflasi yang rendah, akan mampu mendorong modal asing yang masuk.
“Capital inflow itu akan mendorong perekonomian Indonesia, dan tentunya pertumbuhan DPK akan terus membaik dari waktu ke waktu,” katanya.
Baca Juga
Secara umum, dikatakan Dian, likuiditas perbankan saat ini masih tergolong “ample”. Tercermin dari rasio likuiditas yang berada jauh di atas threshold 100%, dengan liquidity coverage ratio (LCR) sekitar 218,64% per Agustus 2024.
“Selanjutnya, rasio AL/NCD dan AL/DPK masing-masing sebesar 112,92% dan 25,37%, juga masih di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%,” ucapnya.
“Penurunan alat likuid bank utamanya dipengaruhi oleh tingginya kredit perbankan, di mana alat likuid bank akan menurun seiring dengan perbankan untuk pencairan kredit,” kata Dian.

