Belum Ada Perubahan Signifikan Pola Pergerakan IHSG, Saham AKRA dan MIKA Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id–Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (3/10/2024), masih memiliki kekuatan untuk menguji resisten MA20 level 7.734, meski kemarin ditutup anjlok.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hari ini menyebutkan bahwa belum ada perubahan signifikan terhadap pola pergerakan IHSG setelah sebelumnya memantul dari support 7.546. Sedangkan pergerakan hari ini diproyeksikan dalam kisaran support 7.563 dan resisten 7.734.
Baca Juga
Ingin Terhindar dari Investasi Bodong? Simak 4 Tips BNI Sekuritas Ini
Pola pergerakan indeks juga akan dipengaruhi laju bursa saham global, seperti kenaikan tipis bursa saham Wall Street semalam, yaitu Dow Jones naik tipis 0,094% dan Nasdaq menguat 0,082%. Sebaliknya bursa saham Eropa bergerak bervariasi.
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham AKRA dengan target harga Rp 1.650-1.730 dan MIKA dengan target harga Rp 3.420-.3.600. Sebaliknya saham BRPT dan GJLT direkomendasikan jual.
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 78,87 poin (1,03%) menjadi 7.563,26. Pergerakan indeks dalam rentang 7.501-7.642 dengan nilai transaksi Rp 13,88 triliun. Pemodal asing melanjutkan penjualan bersih, meski demikian saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi pilihan teratas pemodal asing kemarin.
Baca Juga
Netanyahu Ancam Balas Serangan Iran, Pasar Waspadai Bahaya Eskalasi
Pelemahan indeks kemarin dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti sektor keuangan 1,32%, sektor property 1,49%, sektor teknologi 1,39%, sektor consumer primer 1,74%, sektor consumer non primer 1,33%, dan sektor infrastruktur 1,75%. Satu-satunya saham yang masih di zona hijau adalah material dasar 0,03%.
Meski IHSG melemah, saham PT Inter Delta Tbk (INTD) justru berhasil naik hingga auto reject atas (ARA) sebanyak 34,01% menjadi Rp 264. Kenaikan juga melanda hampir seluruh saham emiten minyak dan gas (migas), seperti PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menguat 8,95% menjadi Rp 1.400.
Grafik IHSG

