Overhang Saham Jasa Marga (JSMR) Berakhir dan Harga bisa ke Level Ini Usai Tuntaskan Divestasi 35% JTT
JAKARTA, investortrust.id– PT Jasa Marga Tbk (JSMR) tuntaskan penjualan sebanyak 35% saham PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) dengan total Rp 15,3 triliun. Keberhasilan ini membuat perseroan bisa melanjutkan pemangkasa utang yang diharapkan berimbas positif terhadap laba tahun 2025.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham JSMR dengan target harga Rp 6.500. Penyelesaian transaksi tersebut akan berimbas terhadap pergerakan harga dan diharapkan menghilangkah overhang saham operator jalan tol terbesar di Indonesia ini.
Baca Juga
Grup Salim Resmi Akuisisi 35% Saham Tol Trans Jawa Senilai Rp 15,75 Triliun
“Penyelesaian transaksi ini memungkinkan Jasar Marga untuk melanjutkan deleveragte utang yang diharapkan berimbas positif terhadap laba tahun depan,” terang BRI Danareksa Sekuritas Christian Sitorus dan Richard Jerry dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Melalui dana segar yang masih tersebut, dia mengatakan, Jasa Marga (JSMR) berpotensi memangkas utang senilai Rp 8 triliun. Pemangkasan utang ditambah dengan peningkatan trafik kendaraan seluruh ruas tol yang dioperasikan dan kenaikan tarif sejumlah ruas diharapkan mendongkrak laba bersih JSMR menjadi Rp 4,2 triliun tahun 2025.
Estimasi Kinerja Keuangan JSMR
Jasa Marga (JSMR) sebelumnya telah menuntaskan penjualan sebanyak 35% saham PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) kepada Metro Pacific Tollways, yaitu perusahaan infrastruktur yang dikendalikan grup Salim, sebanyak 24,5% dan sisanya sebanyak 10,5% diakuisisi Warrington Investment Pte Ltd, yaitu perusahaan yang dikendalikan GIC Singapura.
Baca Juga
Meskipun Beban Bunga Melonjak, Pertumbuhan Laba Jasa Marga (JSMR) Diprediksi Tetap Kuat
Berdasarkan data nilai transaksi 35% saham tersebut setara dengan Rp 15,75 triliun yang dibayarkan secara bertahap dan ditargetkan tuntas seluruhnya tahun ini. Pembayaran tahap pertama Rp 6,7 triliun pada September tahun ini dan senilai Rp 6,1 triliun pada Desember tahun ini. Sedangkan sisanya senilai Rp 2,5 triliun berasal dari penerbitan saham baru JTT.
Terkait kinerja keuangan, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan laba bersih perseroan tahun ini Rp 3,98 triliun dan meningkat menjadi Rp 4,2 triliun tahun 2025, dibandingkan raihan tahun 2023 Rp 6,78 triliun.
Pendapatan perseroan juga diharapkan lanjutkan pertumbuhan dari Rp 15,56 triliun tahun 2023 menjadi Rp 18,76 triliun pada 2024 dan menjadi Rp 20,45 triliun pada 2025.
Grafik Saham JSMR

