Intip Prospek Saham Emiten Taxi Ini (BIRD) di Tengah Kabar Pembatasan BBM Subsidi
JAKARTA, investortrust.id - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (Mirae Asset) menilai kinerja emiten taksi PT Blue Bird Tbk (BIRD) akan terdampak oleh pemangkasan subsidi bahan bakar minyak (BBM) pada tahun 2025 mendatang.
Sebagaimana diketahui, Kementerian Keuangan dan Badan Anggaran DPR sepakat untuk memangkas anggaran subsidi energi pada rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2025.
Selain itu, pemerintah juga berencana untuk membatasi pembelian bahan bakar minyak atau BBM bersubsidi pada Oktober 2024.
Untuk itu, Analis Mirae Asset Christopher Rusli mengatakan, meski mencatatkan kinerja yang baik di semester I-2024, Blu Bird harus mengantisipasi kebijakan BBM tersebut, terlebih tingkat persaingan di sektor transportasi sangat ketat, serta pemulihan daya beli yang lebih lambat.
Baca Juga
BNI Dukung Transformasi Bisnis Digital Bluebird, Ciptakan Mobilitas Masa Depan
Dari kinerja operasional, BIRD mencatat hasil yang sangat baik pada semester I-2024 dengan kenaikan pendapatan sebesar 15,4%, EBITDA sebanyak 7%, dan laba bersih naik 8,4% secara kuartalan (quarter of quarter/qoq).
Jika dirinci, dari segmen taksi Blue Bird terjadi peningkatan pendapatan sebesar 8,3% secara tahunan (year on year/yoy) dengan total Rp 1,7 triliun. Pemanfaatan taksi reguler meningkat menjadi 78,1% dari 76,9% di semester I-2023, ini menunjukkan permintaan yang berkelanjutan.
Sedangkan segmen non taksi melampaui ekspektasi, mencapai pertumbuhan 20,4% yoy. Segmen ini sekarang menyumbang 26,9% dari total pendapatan atau naik dari 24,8% di semester I-2023.
"Selain itu, armada Bluebird tumbuh sebesar 100 unit, sehingga totalnya menjadi 23.100 kendaraan pada akhir semester I-2024, pulih dari 22.800 pada akhir kuartal I-2024. Pendapatan rata-rata per kendaraan (ARP) untuk taksi reguler meningkat sebesar 2% yoy menjadi Rp 695.000 per hari, sementara ukuran armada juga meningkat sebesar 5%," ulas Christopher Rusli dalam catatan risetnya Senin, (30/9/2024).
Mendorong pertumbuhan ini, Blue Bird melakukan inovasi utama, seperti peluncuran kembali Taksi Lifecare dan Reservasi WhatsApp Blue Bird pada akhir April, yang bertujuan untuk meningkatkan inklusivitas layanan.
Baca Juga
Selain itu, pada kuartal II-2024, perusahaan juga memperkenalkan layanan taksi per jam di berbagai kota untuk melayani pelanggan dengan kebutuhan perjalanan yang lebih lama atau beberapa pemberhentian. Langkah strategis ini dinilai semakin memperkuat posisi pasar dan aliran pendapatan Blue Bird.
Disebutkan, perusahaan juga terus memperluas bisnis non taksi melalui ekspansi. BIRD berencana untuk menambah 1.200-1.800 ribu armada taksi dan 800-1.200 armada non taksi, dengan kontribusi non taksi mencapai 26,9% dari pendapatan dan menargetkan sebesar 30%.
Ekspansi margin diharapkan seiring pertumbuhan non taksi. Dengan demikian, Mirae Aseet merekomendasikan saham BIRD target harga sebesar Rp 2.310.
Grafik Harga Saham BIRD secara Ytd:

