United Tractors (UNTR) Tetapkan Dividen Interima Rp 2,42 Triliun, Nilai per Saham Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT United Tractors Tbk (UNTR) menetapkan dividen interim tahun buku 2024 senilai Rp 2,42 triliun. Nilai dividen tersebut setara dengan Rp 667 per saham.
Corporate Secretary UNTR Sara K Loebis mengatakan, pembagian dividen interim ini sesuai dengan keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris perseroan pada 26 September 2024.
Baca Juga
Tren Investasi Hilirisasi Meningkat, Diyakini Bakal Dukung Pertumbuhan Ekonomi Era Prabowo Subianto
“Total dividen yang akan dibayarkan setara dengan Rp 667 per saham. Dividen tersebut akan dibagikan pada 24 Oktober 2024,” tulisnya dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (27/9/2024).
Hingga Juni 2024, anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) ini mencatatkan penurunan pendapatan bersih dari Rp 68,67 triliun menjadi Rp 64,51 triliun. Penurunan tersebut memicu koreksi laba periode berjalan dari Rp 12,34 triliun menjadi Rp 9,89 triliun.
Sebelumnya, United Tractors (UNTR) menegaskan ketertarikannya untuk mengakuisisi tambang mineral lain. Langkah ini bagian dari komitmen perseroan untuk menaikkan kontribusi bisnis non-batu bara terhadap total pendapatan.
“Ekspansi ini bagian dari sustainability kami, perkembangan ke depan, United Tractors tidak lagi menambah portofolio tambang batu bara, kami akan mengembangkan bisnis mineral-mineral lain,” tegas Sara Loebis, baru-baru ini.
Baca Juga
4 Tahun Jalankan Transformasi, Aset PLN Tembus Rp 1.691 Triliun di Semester I-2024
Saat ini, terang dia, manajemen tengah mempelajari banyak pilihan bisnis komoditas lain, seperti emas, nikel, bijih besi, hingga tembaga. United Tractors pun belum memberikan sinyal ekspansi bisnis di luar sub-sektor batu bara lagi pada semester II-2024. “Macam-macam sebetulnya yang kami pelajari. Namun kalau mau lihat historinya biasanya memang kami kalau mineral itu ya tambang,” ujar Sara.
Latar belakang ketertarikan ekspansi bisnis berupa akuisisi tambang, menurut dia, didukung keterkaitan erat dengan bisnis perseroan saat ini bidang pertambangan, mulai dari alat berat, distribusi atau pengangkutan, hingga manajemen produksinya.
Grafik IHSG

