Syailendra Capital Incar Tambahan AUM Rp 1 Triliun hingga Akhir 2024
JAKARTA, investortrust.id - Manajer investasi PT Syailendra Capital mencatatkan dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) sebesar Rp 30,72 triliun per akhir Agustus 2024.
Berdasarkan laman resmi Reksa Dana Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Agustus 2024, total unit penyertaan reksa dana nasabah di Syailendra Capital mencapai 26,80 miliar unit.
Chief Retail Officer Syailendra Victor Teja memaparkan, hingga akhir tahun, AUM dari Syailendra masih dapat bertumbuh sebesar Rp 1 triliun.
“Dan kemudian pertumbuhannya tetap kita ingin pertumbuhkan secara optimal ya. Kita melihat harusnya dari 30 triliun ini, nambah lagi 1 triliun harusnya masih sangat visible,” ujar Victor usai peresmian Kerja Sama Strategis BTN-Syailendra Capital dengan tema “Riding Market Momentum Through a Diversified Wealth Portfolio”, Jakarta, Kamis (26/9/2024).
Baca Juga
OJK Cabut Izin Pembentukan Unit Syariah PT Asuransi Allianz Life Indonesia
Pertumbuhan dana kelolaan tersebut ditopang sejumlah produk yang dimikiki Syailendra Capital. Sejauh ini, reksa dana pendapatan tetap menjadi kontributor utama yaitu 30%-40%. Kemudian, reksa dana saham sekitar 10%-15%, dan sisanya di pasar uang serta reksa dana terproteksi atau capifal protected fund (CPF).
“Dan itu sudah masuk ke top 6 dari seluruh aset under management reksa dana di industri,” jelasnya
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa potensi return yang diawarkan reksadana Syailendra Pendapatan Tetap Premium (SPTP) untuk tiga bulan terakhir terdapat potensi kenaikan return sebesar 2%.
“Proyeksinya, jadi kalau misalnya masuk di bulan ini kurang lebih, ataupun Oktober sampai dengan Desember itu masih ada potensi upside-down di 2% lagi,”imbuhnya.
Baca Juga
BTN dan Syailendra Capital Genjot Penjualan Reksa Dana, Bidik Pertumbuhan AUM 20%
Sementara itu, Victor memaparkan bahwa Syailendra akan terus meluncurkan produk reksa dana. Rincinya, masih ada satu produk reksa dana saham atau indeks yang akan dikeluarkan pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.
“Produk reksa dana akan terus kita keluarkan karena kita pabriknya. Tapi memang akan disesuaikan ya. Akan disesuaikan dengan keadaan dan juga mungkin partner bisnisnya kita. Tahun ini masih ada lagi harusnya satu lagi. Tapi sekali lagi kita masih wait and see kira-kira produk apa dia cocok. Jika memungkinkan mungkin di akhir tahun ini atau awal tahun depan,” pungkasnya.

