Penurunan Suku Bunga Pacu Perbaikan NIM, BTN (BBTN) Siap Menuju Pertumbuhan Kinerja
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) berhasil catatkan kontinuitas perbaikan fundamental di tengah masih ketatnya likuiditas. Fungsi intermediasi juga tetap berjalan dengan baik untuk memenuhi permintaan KPR yang terus meningkat.
Sedangkan tren penurunan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia diharapkan menjadi sentimen positif terhadap penguatan fundamental perseroan ke depan. Hal ini diharapkan membuat peningkatan margin keuntungan (NIM) berlanjut dalam beberapa bulan mendatang.
Baca Juga
Tumbuh 13%, BTN Catat Penyaluran Kredit Rp 355,27 Triliun per Agustus 2024
BBTN dalam laporan kinerja keuangan bulan Agustus 2024 mengungkap bahwa perseroan berhasil mempertahankan pertumbuhan kredit dan pembiayaan yang kuat mencapai 13,05% menjadi Rp 355,27 triliun hingga Agustus 2024 (yoy). UUS BTN Syariah berkontribusi Rp 42,36 triliun, atau melonjak 20,67% yoy dari Rp 35,1 triliun pada kurun waktu yang sama.
BTN juga agresif memupuk Dana Pihak Ketiga (DPK), meskipun perebutan dana di pasar sangat ketat dipicu suku bunga tinggi. Hingga Agustus 2024, DPK emiten bersandi saham BBTN ini melesat 16,49% menjadi Rp 373,88 triliun. Pertumbuhan DPK yang lebih tinggi dari kredit membuat rasio intermediasi atau loan to deposit ratio (LDR) berada di level ideal.
Kinerja BBTN
Sumber: BRI Danareksa Sekuritas
Perbaikan kinerja BTN juga mulai tampak pada net interest margin (NIM) yang meningkat dari 2,3% pada Juli 2024 menjadi 3,1% pada Agustus 2024 (mtm). Meski tipis, kenaikan ini menggambarkan tekanan terhadap margin mulai berakhir. Asal tahu saja, rasio NIM sempat menyusut, karena BTN tidak serta merta mengompensasi lonjakan biaya dana dengan mengerek bunga kredit secara berlebihan.
Pandangan Positif
Terkait kinerja keuangan tersebut analis Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat dan Boby Kristanto Chandra memberikan pandangan positif terhadap keberhasilan BTN mengerek kembali margin bunga bersih (NIM) bulanan menjadi 3% pada Agustus 2024 atau sudah memasuki pemulihan.
Selanjutnya, terang Mandiri Sekuritas, BTN akan kembali diuntungkan atas penurunan suku bunga acuan yang sudah mulai berlangsung. Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas untuk tetap mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 1.800 per saham.
Baca Juga
BTN (BBTN) Bakal Akuisisi Bank Victoria Syariah? Ini Jawaban OJK
Sementara itu, analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis mengatakan, realisasi kinerja BTN pada Agustus menunjukkan perbaikan, dibandingkan Juli 2024. Bahkan, perseroan mampu mempertahankan peningkatan NIM.
Perseroan juga menunjukkan pencadangan maupun provisi tetap rendah. Hal ini mencerminkan kualitas asset tetap kuat dengan biaya kredit (cost of credit/CoC) sebesar 0,6%, dibandingkan 1,3% hingga Agustus 2023.
Grafik Saham BBTN

