Master Print Gelar Bookbuilding IPO Kisaran Rp 125 - Rp 135, Dananya untuk Akuisisi!
JAKARTA, investortrust.id - Distributor dan penyewaan barang-barang industri pengemasan PT Master Print Tbk menggelar rangkaian penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), sebanyak 435 juta lembar saham baru dengan nilai nominal Rp 25 per unit.
Dikutip dari prospektus IPO, Jumat (20/9/2024) disebutkan, Jumlah saham yang ditawarkan dalam rangka IPO tersebut mewakili sebnyak 22,81% dari ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan pasca IPO.
IPO tersebut saat ini masuk pada proses bookbuilding atau penawaran awal dengan harga dikisara Rp 125 – Rp 135 per saham, sehingga Perseroan berpotensi meraup dana segar hasil IPO sebesar Rp 54,38 miliar.
Baca Juga
OJK Akan Perbaiki Aturan Terkait Pelaporan Penggunaan Dana Hasil IPO
Proses bookbuilding tersebut berlangsung mulai hari ini 20 September 2024 hingga 24 September 2024. Adapun bertidak sebagai penjamin pelaksana emisi efek IPO tersebut yaitu PT Profindo Sekuritas Indonesia.
Pihak penjamin pelaksana emisi menyatakan kesanggupan penuh (full commitment) terhadap saham IPO yang tidak terserap di masa penawaran umum.
Adapun penggunaan dana hasil IPO rencananya akan digunakan sekitar 46% atau sebesar Rp 25,10 untuk pembelian sebanyak 247.500 saham atau sebesar 99% saham PT Global Putra Kusuma (GPK) yang dimiliki oleh PT KUS Global Investama (KGI), lalu sebanyak 197.500 saham, yang dimiliki oleh PT Kencana Usaha Sentosa (KUS) sebanyak 47.500 saham dan yang dimiliki oleh Ny Cindy Kusuma sebanyak 2.500 saham.
‘’Alasan akuisisi GKP untuk memperluas pangsa pasar Perseroan ke UMK dan menjangkau penjualan ke konsumen akhir (B to C),’’ tulis Manajemen PT Master Print Tbk.
Sebagai catatan, Perseroan menjual produk consumables dan penyewaan mesin untuk target pasar menengah; GPK menjual produk consumables (Rynan dan Optima) dan mesin (Now Systems) untuk UMK dengan kualitas di bawah produk Perseroan.
Baca Juga
Dekarbonisasi Penerbangan Nasional, Pertamina Patra Niaga Salurkan SAF ke Citilink
Dijelaskan, produk yg dijual GPK untuk market entry level industry, sedangkan produk yg dijual Perseroan adalah produk premium dan untuk market industri pabrik (B to B). ‘’Produk yg dijual GPK diimport melalui Perseroan pada saat ini, dengan akuisisi maka Perseroan meningkatkan sinergi,’’ imbuhnya.
Kemudian sekitar 54% digunakan untuk modal kerja seperti pembelian persediaan barang regular (pembelian consumable, mesin printer dan sparepart), penambahan dan pengembangan produk baru, pemasaran dan marketing.
Sebagai catatan PT Master Print Tbk merupakan anak usaha PT Mitra Pack Tbk (PTMP) dengan porsi kepemilikan sebesar 99%, sementara 1% lainnya dipegang oleh Ardi Kusuma. Nama terakhir sekaligu merupakjan pengendali KGI dan KUS.

