BCA (BBCA) Cetak ATH, Penguatan Harga bakal Berlanjut?
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali torehkan penguatan harga ke level tertinggi baru (all time high/ATH) pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (19/9/2024). Dengan demikian saham emiten yang dikendalikan keluarga Hartono ini telah mencatatkan ATH beruntun dalam tiga hari terakhir.
Data BEI mengungkap saham BBCA ditutup menguat sebanyak Rp 225 (2,12%) ke level tertinggi baru Rp 10.850 pada penutupan sesi I, hari ini. Sedangkan rentang pergerakannya dalam kisaran Rp 11.650-11.850.
Baca Juga
Berkat lompatan tersebut, kapitalisasi pasar BBCA melesat menjadi Rp 1.337 triliun atau menempati peringkat kedua untuk emiten dengan market cap terbesar di BEI. Posisi pertama masih dipegang emiten milik Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) bernilai Rp 1.495 triliun.
Sementara itu, analis BRI Danareksa Sekuritas Naura Reyhan Muchlis mengungkap bahwa meskipun saham BBCA telah melesat ke level tertinggi baru, potensi penguatan masih terbuka dalam beberapa pekan ke depan, apalagi setelah pemangkasan suku bunga Bank Indonesia atau BI Rate.
Baca Juga
BRI Danareksa Sekuritas masih mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA dengan target harga Rp 12.400. Saham ini ditetapkan sebagai pilihan teratas dari emiten sektor perbankan didukung likuiditas kuat, NIM tinggi, dan kualitas asset yang tetap baik.
Hingga Agustus 2024, BBCA berhasil menorehkan kenaikan laba bersih bank only sebanyak 14% dari Rp 31,70 triliun menjadi Rp 35,99 triliun. Raihan tersebut setara dengan 68% dari target yang ditetapkan BRI Danareksa Sekuritas.
Grafik Saham BBCA

