Masuk TIME World's Best Companies 2024, Adaro Energy (ADRO) Serius Garap Bisnis Hijau
JAKARTA, investortrust.id – PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) jadi salah satu perusahaan Indonesia yang masuk TIME World’s Best Companies 2024 atau daftar perusahaan terbaik di dunia tahun 2024 versi Majalah TIME dan Statista.
Menempati posisi 908 dengan skor 79,19, Adaro jadi satu-satunya perusahaan energi dari Indonesia yang masuk jajaran 1.000 perusahaan terbaik dunia tersebut.
Sebagai catatan, hanya lima perusahaan dari Indonesia yang masuk kategori perusahaan terbaik di dunia versi TIME dan Statista ini. Selain ADRO di sektor energi, terdapat 2 bank besar yang masuk, 1 perusahaan otomotif, serta 1 perusahaan yang bergerak di bisnis pakan ternak.
TIME menilai, 1.000 perusahaan yang dipilih telah memberi dampak positif bagi masyarakat. Pemeringkatan diperoleh dari analisis komprehensif terhadap tiga dimensi utama, yaitu kepuasan karyawan, pertumbuhan pendapatan, dan transparansi keberlanjutan (ESG).
Baca Juga
Begini Prospek Saham Batu Bara di Tengah Koreksi Harga Minyak, Saham ADRO Pilihan Teratas
Berdasarkan keterangan TIME, dimensi kepuasan karyawan dievaluasi dengan menggunakan data survei dari karyawan di seluruh dunia. Survei dilakukan di lebih dari 50 negara dengan data yang dikumpulkan dari sekitar 170.000 peserta.
Evaluasi itu mencakup penilaian terhadap perusahaan di seluruh dimensi citra, suasana, kondisi kerja, gaji, dan kesetaraan oleh karyawan yang telah diverifikasi, serta rekomendasi langsung dan tidak langsung.
Dimensi pertumbuhan pendapatan dinilai dengan menggunakan data dari basis data pendapatan Statista dan riset yang ditargetkan, yang berisi data pertumbuhan perusahaan selama tiga tahun terakhir.
Perusahaan harus memenuhi kriteria tertentu untuk dipertimbangkan dalam evaluasi, termasuk menghasilkan pendapatan minimal US$ 100 juta pada tahun fiskal terakhir yang tersedia. Kemudian menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang positif dari 2021 hingga 2023.
Adapun dimensi transparansi keberlanjutan dievaluasi berdasarkan data ESG di antara KPI terstandardisasi dari Basis Data ESG Statista dan penelitian data yang ditargetkan. Untuk merumuskan indeks ESG yang komprehensif, beberapa poin data dikumpulkan.
Evaluasi lingkungan mencakup intensitas dan tingkat pengurangan emisi karbon serta peringkat carbon disclosure project (CDP). Evaluasi sosial menilai jumlah perempuan dalam dewan direksi dan keberadaan kebijakan hak asasi manusia.
Sedangkan evaluasi tata kelola mengevaluasi apakah perusahaan memiliki laporan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang mengikuti pedoman Global Reporting Initiative (GRI) dan pedoman kepatuhan atau anti-korupsi.
Adaro & Komitmen Bisnis Hijau
Adaro Energy adalah perusahaan pertambangan dan energi terintegrasi di Indonesia. Perseroan memiliki pilar-pilar bisnis di bidang pertambangan batu bara termal dan metalurgi, energi, utilitas, infrastruktur pendukung, dan pengolahan metal sebagai sarana pertumbuhan utama.
Bisnis-bisnis tersebut dioperasikan dengan memanfaatkan sumber daya dan potensi yang dimilikinya. Bisnis perseroan yang beragam telah diklasifikasikan ke dalam tiga pilar pertumbuhan, yakni pilar Adaro Energy, Adaro Minerals, dan Adaro Green.
“Awalnya perseroan membangun rantai pasokan terintegrasi vertikal dari tambang sampai pembangkit listrik, dan kemudian melanjutkan rantai pasokan ke bisnis hijau,” tulis manajemen Adaro dalam keterbukaan informasi BEI, baru-baru ini.
Rantai pasokan bisnis hijau sebagai perpanjangan berikutnya, sedang dibangun oleh perseroan saat ini untuk mendukung dan menangkap peluang ekonomi hijau yang sedang dikembangkan di Indonesia.
Perusahaan yang semula bernama PT Padang Karunia itu pun, mengumumkan rencananya untuk terus melakukan ekspansi dan diversifikasi secara strategis pada pilar non-pertambangan batu bara.
Hal tersebut dipercaya akan menciptakan portofolio bisnis yang lebih seimbang dan perlindungan yang lebih baik bagi perseroan di seluruh fase siklus bisnis.
“Serta menjadi kontributor penting terhadap penciptaan nilai jangka panjang,” sambung manajemen Adaro.
Kinerja Keuangan
Perusahaan yang didirikan pada 2004 itu juga telah memiliki komitmen yaitu mendukung penuh komitmen Pemerintah Indonesia untuk menurunkan emisi gas rumah kaca. Termasuk di dalamnya, upaya mencapai net-zero emission pada 2060 atau lebih awal dengan berbagai cara.
Sebagai bentuk nyata dalam mendukung rencana pemerintah tersebut, emiten yang melantai di BEI sejak 16 Juli 2008 ini, membidik porsi pendapatan bisnis non-batu bara termal menjadi 50% dari total pemasukan pada 2030.
“Target ini akan dicapai dengan mengembangkan bisnis di bidang-bidang yang mendukung ekosistem hijau Indonesia,” tulis mereka.
Baca Juga
Umumkan Lepas Bisnis Batu Bara Rp 37,77 Triliun, Saham Adaro Energy (ADRO) Terbang
Keseriusan perusahaan turut tercermin dalam rencana pelepasan saham anak usaha di bidang pertambangan batu bara, yakni PT Alam Tri Abadi (AAI). Pemisahan ini bertujuan membantu bisnis hijau perseroan untuk mendapatkan akses terhadap sumber pembiayaan yang lebih banyak.
Kemudian biaya pendanaan yang lebih kompetitif, sekaligus memberikan akses yang lebih baik pada proyek-proyek ramah lingkungan dengan mitra bisnis potensial peringkat atas.
“Juga memberikan opsi investasi yang lebih banyak pada investor publik untuk berinvestasi sesuai dengan minat dan pandangannya,” tegas manajemen Adaro. (CR-10)
Grafik Harga Saham ADRO:

