Waskita Beton (WSBP) Buka Peluang Tambah Bathing Plant di IKN
JAKARTA, investortrust.id - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) membuka peluang untuk menambah pabrik beton atau batching plant (BP) untuk menyuplai beton readymix ke Ibu Kota Nusantara (IKN) ke depan.
Saat ini, perseroan telah memiliki dua batching plant untuk memenuhi semua kebutuhan suplai produk readymix ke IKN, yaitu Batching Plant WSBP di Tempadung dan Sepaku yang terletak di Kalimantan Timur.
VP of Readymix & Quarry WSBP Handoko Budi Nugroho mengatakan, pada segmen readymix, batching plant readymix ditempatkan berdekatan dengan proyek IKN, karena produknya harus langsung digunakan secepatnya setelah diproduksi.
Baca Juga
Waskita Beton (WSBP) Ungkap Tren Bisnis Precast hingga Strategi Hadapi Tantangan Tahun Ini
“Untuk beton cairnya, readymix, mempunyai masa jangka waktu, sehingga harus mendirikan batching plant dekat dengan proyek karena keterbatasan waktu dan jarak,” kata Handoko dalam paparan kelas Wicara di Jakarta, baru baru ini.
Lebih lanjut, menurut Handoko, dua pabrik tersebut masih sanggup untuk memenuhi kebutuhan untuk proyek IKN dan belum ada komplain terhadap keterlambatan pengiriman volume suplai.
Meski demikian, dia mengatakan, perseroan tidak menutup kemungkinan untuk menambah batching plant di IKN, seiring dengan rencana Presiden Terpilih Prabowo Subianto untuk mempercepat pembangunan IKN.
“Ini kabar gembira bagi kami produsen beton untuk ekspansi lebih besar lagi di IKN. Harapannya, kami akan kembali menambah dua BP, sehingga semua kebutuhan beton di IKN bisa disuplai dengan baik,” ujar Handoko.
Baca Juga
Waskita Beton (WSBP) Targetkan Kontrak Baru Rp 2,5 Triliun hingga Akhir 2024
Sementara itu, VP of Precast & Post Tension WSBP Azizul Fajri menyebutkan bahwa suplai precast untuk IKN bersal dari batching plant di luar Kalimatan, yaitu berasal dari Precast WSBP di Prambon, Sidoarjo dan Batching Plant di Karawang.
Berbeda dengan segmen readymix, menurut dia, pabrik precast tidak serta merta dekatnya lokasi batching plant dengan proyek dianggap lebih murah, karena ada beberapa fasilitas yang harus disiapkan.
“Kenapa suplai precast IKN itu dari Karawang dan Sidoharjo? Di Sidoarjo itu mensuplai PC-I dan PC-U Girder, kalau kita bikin pabrik di sana, fasilitas yang disiapkan terlalu mahal, terlebih harga material di sana (IKN) kalua, dibandingkan dengan Sidoarjo hampir dua kali lipat,” jelas dia.
Jika secara perhitungan dan secara kesiapan fasilitas, dia mengatakan, suplai dari Sidoarjo dinilai lebih efisien. Kemudian alasan memilih suplai dari Karawang karena tiang panjang yang diameter besar yang jarang ada pabrik yang punya fasilitasnya.
Grafik WSBP

