Pasar Semen Tumbuh Solid, Simak Rekomendasi Saham SMGR dan INTP
JAKARTA, investortrust.id - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (Mirae Asset) menilai industri semen domestik mengalami pertumbuhan tahunan yang positif. Terlihat dari konsumsi semen yang tumbuh 3,8% secara tahunan menjadi 6,02 juta ton pada Juli 2024.
Sementara konsumsi yang disesuaikan tidak termasuk volume dari semen grobogan adalah 5,85 juta ton atau naik 0,8% secara tahunan.
Equity Research Mirae Andreas Kristo Saragih mengatakan, pertumbuhan konsumsi tahunan yang solid didorong oleh cuaca yang lebih kering, masuknya semen grobogan, dan percepatan penyelesaian proyek infrastruktur. Sementara itu, dampak normalisasi dari penyesuaian harga yang diambil pada Mei 2024 pun turut mendukung konsumsi semen bulanan.
"Konsumsi semen domestik tumbuh sebesar 2,5% secara tahunan menjadi 34,04 juta ton, dengan perkiraan pertumbuhan tidak termasuk volume semen dari semen grobogan naik sekitar 1,2% secara tahunan," kata Andreas dalam catatan risetnya dikutip Senin (2/9/2024).
Baca Juga
Semen Indonesia (SMGR) Tingkatkan Belanja Modal Jadi Rp 2 Triliun, Buat Apa?
Sedangkan semen curah tumbuh sebesar 13,6% secara tahunan menjadi 10,37 juta ton, sementara volume semen kantong menurun sebesar 1,8% secara tahunan menjadi 23,67 juta ton. Sehingga kontribusi volume semen curah meningkat sebesar 3 (part per million/ppt) secara tahunan menjadi 30,5%.
Kemudian di Pulau Jawa, Andreas melaporkan tingkat pertumbuhan konsumsi semen lebih tinggi di Juli 2024 sebesar 3,4% menjadi 17,6 juta ton, melampaui tingkat pertumbuhan di luar Pulau Jawa Jawa, yaitu 1,5% secara tahunan menjadi 16,44 juta ton.
"Kami mengantisipasi pertumbuhan positif yang diamati pada Juli berlanjut hingga Agustus 2024, didukung cuaca yang lebih kering dan percepatan dalam kegiatan konstruksi. Mempertimbangkan faktor-faktor ini, bersama dengan masuknya volume semen grobogan dalam data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), kami memperkirakan volume penjualan Agustus ini mencapai 6,2 juta ton, mencerminkan tingkat pertumbuhan 4,2% secara tahunan dan 3% secara bulanan," paparnya dalam riset yang dikutip, Senin (2/9/2024).
Menurutnya konsumsi semen pada Agustus diperkirakan akan didorong oleh semen curah, karena penyelesaian proyek infrastruktur, dan semen kantong, karena dampak kenaikan harga semen berkurang.
Baca Juga
Memasuki Semester II, Saham SMGR dan INTP Layak Dilirik, Begini Target Harganya
Sementara itu, tren pangsa pasar berbeda untuk PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP). SMGR mencatatkan penjualan semen domestik pada Juli 2024 sebesar 2,97 juta atau naik 0,7% secara tahuan yang menghasilkan pangsa pasar domestik sebesar 49,3%.
Kontribusi pada semen kantong bulanan sedikit turun menjadi 70%, dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 70,4%, menyiratkan pertumbuhan volume penjualan semen kantong meningkat sebesar 6,4% secara bulanan.
Sedangkan INTP mencatatkan volume penjualan semen sebesar 1,85 juta ton atau naik 10,7% secara tahunan, dengan pasar tas tumbuh sebesar 2,7% secara tahunan, di Pulau Jawa naik 0,3% dan di luar Pulau Jawa tumbuh 5,7%. Pada gerai pasar juga melonjak 33% secara tahunan, di Pulai Jawa melesat 42% dan luar Pulau Jawa naik 0,8%.
"Kami juga tetap berpegang pada pilihan utama INTP sebelumnya, karena kami berharap akuisisi semen grobogan akan menghasilkan hasil positif untuk INTP," ujar Andreas.
Selain itu, Andreas mengatakan risiko sisi negatif kemungkinan kejutan penurunan permintaan yang tiba-tiba, strategi penetapan harga yang tidak menguntungkan, dan lebih tinggi dari yang diharapkan dalam jumlah besar dan melawan kontribusi merek semen. Mirae Asset merekomendasikan beli SMGR dan INTP dengan target price masing-masing Rp 6.425 dan Rp 9.150.
Grafik Harga Saham SMGR dan INTP:

