Kinerja BEI Agustus 2024, Net Buy Rp 28,78 Triliun hingga IHSG Melompat 5,92% ke ATH
JAKARTA, investortrust.id – Arus dana asing (net buy) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang Agustus 2024 mencapai Rp 28,77 triliun. Raihan tersebut menjadi rekor tertinggi pembelian asing sepanjang 2024 berjalan atau year to date (ytd).
Aliran modal atau capital inflow asing ke BEI tersebut terdiri atas net buy saham melalui pasar negosiasi Rp 15,30 triliun. Yang disumbangkan crossing sebanyak 44,48% saham PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) dari pemodal domestik kepada pemodal asingSCGP Solutions (Singapore) Pte Ltd dengan nilai transaksi Rp 9,98 triliun, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) senilai Rp 2,47 triliun, dan crossing saham PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) dari pemodal lokal ke pemodal asing Rp 1,62 triliun.
Baca Juga
Borong 44,48% Saham Fajar Surya (FASW), SCG Solutions Gelontorkan Rp 9,98 Triliun
Sedangkan net buy melalui pasar reguler saham mencapai Rp 13,46 triliun yang sebagian besar disumbangkan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp 3,91 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 2 triliun, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1,67 triliun, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 1,67 triliun.
Lompatan pembelian bersih saham oleh investor asing tersebut juga sejalan dengan lompatan indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI ke level tertinggi baru (all time high/ATH) sepanjang Agustus 2024. Berdasarkan data, IHSG melesat 5,92% sebanyak dari 7.241 menjadi 7.670, bahkan IHSG sempat sentuh rekor intraday tertinggi level 7.717 pada 29 Agustus.
Baca Juga
Top! IHSG Melesat ke 7.704, Capai Tertinggi Baru Sepanjang Masa
Selain catatkan lompatan IHSG, daftar top 10 market cap BEI ikut mengalami perubahan sepanjang bulan ini, terutama setelah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) kembali merangsek menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI bernilai Rp 1,438 triliun menggulingkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1.260 triliun.
IHSG BEI kemarin ditutup menguat sebanyak 43,13 poin (0,57%) menjadi 7.670 ditopang lompatan indeks sejumlah sektor saham, seperti sektor infrastruktur 1,22%, sektor transportasi 0,96%, sektor konsumer primer 0,48%, sektor konsumer primer 0,48%, dan material dasar 0,33%. Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 11,20 triliun.
Grafik IHSG

