IHSG kembali Melesat 0,57%, Saham TNCA dan UANG Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/8/2024), ditutup melesat sebanyak 43,13 poin (0,57%) menjadi 7.670. Pergerakan indeks dalam rentang 7.616-7.673 dengan nilai transaksi Rp 15,29 triliun.
Penguatan indeks ditopang lompatan indeks sejumlah sektor saham, seperti sektor infrastruktur 1,22%, sektor transportasi 0,96%, sektor konsumer primer 0,48%, sektor konsumer primer 0,48%, dan material dasar 0,33%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor energi, industri, properti, dan keuangan.
Baca Juga
Saat IHSG rebound, dua saham berhasil catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA) PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA) naik 25% menjadi Rp 420 dan PT Pakuan Tbk (UANG) menguat 24,50% menjadi Rp 940.
Kenaikan juga melanda saham PT Tanah Laut Tbk (INDX) naik 20,73% menjadi Rp 99, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) melesat 16,07% menjadi Rp 390, dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) menguat 12,24% menjadi Rp 440.
Sebaliknya saham PT Aman Agrindo Tbk (GULA), PT Inter Delta TbK (INTD), PT Pinago Utama Tbk (PNGO), PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER), PT Perdana Bangun Pusaka Tbk N(KONI), PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP), PT Dewi Shri Farmindo TbK (DEWI), dan PT Remala Abadi Tbk (DATA), dan PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI).
Baca Juga
AKR Corporindo (AKRA) Targetkan Pembukaan 40 Outlet BBM di 2024
IHSG kemarin ditutup berbalik turun 31,28 poin (0,41%) menjadi 7.627. Pemodal asing merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 1,40 triliun. Net buy terbanyak melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 256,98 miliar, PT Sinarmas Multi Artha Tbk (SMMA) Rp 195,68 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 176,58 miliar.
Penurunan indeks kemarin dipicu atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar 1,38%, sektor kesehatan 0,77%, sektor konsumer non primer 0,50%, sektor transportasi 1,21%, dan sektor keuangan 0,19%. Sebaliknya kenaikan hanya melanda saham sektor konsumer.
Grafik IHSG

