Meski Laba Turun per Semester I-2024, Adhi Karya (ADHI) Tetap Pede Karena Ini
JAKARTA, investortrust.id - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan pendapatan sebesar Rp 5,7 triliun pada semester I-2024 atau turun 12,3% dari raihan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Keuangan Adhi Karya (ADHI) Bani Iqbal mengatakan, penurunan pendapatan pada paruh pertama tahun ini terbilang wajar. "Penurunan ini relatif wajar, karena kita punya beberapa proyek yang akan diakselerasi di semester II-2024. Namun, kita mampu mengelola biaya dengan baik,” ujarnya dalam Paparan Publik yang diselenggarakan secara daring pada Rabu (28/8/2024).
Baca Juga
Garap 5 Proyek Jumbo, Adhi Karya (ADHI) Catat Kontrak Baru Rp 12 Triliun per Juli 2024
Walaupun demikian, Adhi Karya berhasil mencatatkan, kenaikan laba pada semester I-2024 sebesar 11% (YoY). Laba bersih Adhi Karya (ADHI) pada semester I-2024 tercatat sebesar Rp 13,8 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 12,4 miliar.
Menurut Iqbal, penyumbang terbesar kenaikan laba tersebut adalah proyek jalan Tol Solo-Yogyakarta-Kulonprogo, jalan Tol Yogyakarta-Bawen, dan pembangunan Rumah Susun Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur
“Dan juga ada pendapatan joint operation atau operasional bersama) yang improve (meningkat) dan membantu pendapatan Adhi Karya. Sehingga, laba bersih kita bisa tumbuh 11% dari Rp12,4 miliar ke Rp 13,8 miliar. Harapannya ke depan bisa kita kelola positif sesuai target yang ditetapkan,” ujar Iqbal.
Kontrak Baru
Sementara itu, Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson mengatakan, perseroan berhasil mengantongi kontrak baru sebesar Rp 12 triliun hingga Juli 2024. Sebanyak 81% dari kontrak baru bersumber dari pemerintah.
“Sampai dengan Juli 2024, Adhi Karya berhasil memperoleh beberapa kontrak besar, seperti sarana dan prasarana Tambak Udang Sumbawa KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan), Istana Wakil Presiden, EPCC (Engineering, Procurement, Construction, Commissioning) Jetty & Propylene Storage Tank, serta Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek Fase II,” paparnya.
Baca Juga
Garap Dua Tol, Adhi Karya (ADHI) Usulkan PMN Rp 2,09 Triliun
Entus menjelaskan, proporsi pekerjaan dalam kontrak baru itu antara lain proyek gedung sebesar 50%, sumber daya air sebesar 29 persen, proyek jalan & jembatan sebesar 9 besar, sedangkan sisanya diperoleh dari proyek properti dan manufaktur.
Sementara jika ditinjau dari lini bisnis, perolehan kontrak masih didominasi 90% dari lini rekayasa teknis dan konstruksi, sebesar 4% dari lini properti dan akomodasi, 4% manufaktur, serta 2% dari lini investasi dan konsesi.
Pekerjaan dengan nilai terbesar yang diperoleh Adhi Karya adalah Sarana Prasarana Tambak Udang Kementerian KKP sebesar Rp3,2 triliun yang disusul pembangunan Istana Wakil Presiden senilai Rp 1,3 triliun. Proyek EPCC Jetty & Propylene Storage Tank mencapai Rp 700 miliar, pekerjaan Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek Fase II senilai Rp 500 miliar, serta Gedung Otorita IKN senilai Rp 300 miliar.
Grafik Saham ADHI

