Grup Salim Dikabarkan Berminat Akuisisi Operator Seluler Hasil Merger XL Axiata-Smartfren
JAKARTA, investortrust.id - Grup Salim dikabarkan telah menyatakan minat untuk mengakuisisi operator seluler hasil penggabungan usaha atau merger PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN).
Mengutip dari DealStreetAsia, Kamis (15/8/2024), seorang sumber mengatakan bahwa Grup Salim sudah menyatakan minatnya untuk mengakuisisi saham operator seluler hasil merger XL Axiata dan Smartfren.
Credit Lyonnais Securities Asia (CLSA) menyatakan bahwa minat Grup Salim untuk mengakuisisi operator seluler hasil merger XL Axiata dan Smartfren tidaklah mengejutkan. Sebab, Grup Salim sudah masuk ke industri telekomunikasi melalui PLDT Inc. yang tak lain adalah operator telekomunikasi terbesar di Filipina.
Grup Salim memegang kepemilikan saham PLDT dengan persentase 25,6% melalui perusahaan investasi First Pacific Company Limited. Perusahaan yang berbasis di Hong Kong itu merupakan perusahaan induk sejumlah perusahaan yang utamanya beroperasi di Asia Tenggara.
Baca Juga
Grup Salim juga terbilang aktif dalam transaksi merger dan akuisisi selama setahun terakhir. Seperti diketahui, konglomerasi yang didirikan oleh mendiang Sudono Salim itu telah mengakuisisi PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) yang merupakan induk dari sejumlah perusahaan infrastruktur dan Rex Mineral Ltd, perusahaan tambang mineral yang berbasis di Australia.
CLSA yang merupakan bagian dari CL Securities Taiwan Company Limited (CLST), berkomentar bahwa penunjukan penjamin emisi (underwriter) telah meningkatkan peluang transaksi merger yang nilainya mencapai US$ 3,45 miliar itu untuk terus berlanjut. XL Axiata menunjuk Citigroup sebagai penjamin emisi, sementara Smartfren menunjuk Commerce International Merchant Bankers Berhad (CIMB) Group.
Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) Smartfren Merza Fachys mengungkapkan proses uji tuntas terkait merger XL Axiata dan Smartfren masih berlangsung hingga saat ini.
"Due dilligence (uji tuntas) masih berlangsung," katanya ketika dihubungi oleh Investortrust pada Kamis (15/8/2024).
Baca Juga
Bos Smartfren (FREN) Ungkap Perkembangan Proses Merger dengan XL Axiata (EXCL)
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) XL Axiata dan Smartfren belum menyampaikan informasi terbaru terkait dengan proses mergernya. Informasi yang disampaikan masih sebatas pada kesepakatan yang tidak mengikat atau non-binding, sebagaimana yang telah disampaikan kepada Kemenkominfo.
Seperti diketahui, pada Rabu (15/5/2024) telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) penjajakan merger XL Axiata dan Smartfren.
Penandatanganan nota kesepahaman itu dilakukan oleh Axiata Group Bhd, PT Wahana Inti Nusantara (WIN), PT Global Nusa Data (GND), dan PT Bali Media Telekomunikasi (BMT) untuk menjajaki merger dan pembentukan entitas bisnis baru MergeCo. WIN, GND, dan BMT merupakan entitas bisnis yang mewakili Grup Sinar Mas selaku pemegang kendali Smartfren.

