Jasa Marga (JSMR) Targetkan Pertumbuhan Pendapatan 17%, Ini Strateginya
JAKARTA, investortrust.id – Emiten pengelola jalan tol pelat merah, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) menargetkan pertumbuhan pendapatan dari jalan tol sebesar 17% pada tahun ini.
Sejalan dengan hal tersebut, manajemen juga optimistis membukukan pertumbuhan EBITDA lebih dari 15% dengan EBITDA margin akan dijaga pada level 65% sampai 66%.
“Untuk gearing rasio sendiri akan kami jaga pada level 2 kali, dan untuk interest coverage ratio akan berada pada level lebih dari 2 kali,” ujar Investor Relations Putri Nadya pada Paparan Publik JSMR yang digelar secara daring, Rabu (28/8/2024).
Pada aspek operasional, JSMR menargetkan untuk mengoperasikan jalan tol Jogja-Solo Paket 1.1 ruas Kartasura-Kelaten, sepanjang 22,3 km. Dan jalan tol ini ditargetkan beroperasi pada akhir triwulan III tahun 2024.
Baca Juga
Saham Jasa Marga (JSMR) Direvisi Naik Didukung Kenaikan Tarif Ruas dan Deleveraging Utang
Terdapat beberapa strategi yang akan dilakukan untuk mencapai target kinerja tersebut hingga akhir 2024. Yang pertama, perseroan masih fokus menjalankan aset recycling untuk skema equity financing PT Jasa Marga Trans Jawa Tol, di mana hal ini merupakan lanjutan dari spin-off ruas Trans Jawa pada tahun 2022 lalu.
Kemudian, melalui PT JMTO dan PT JMTM, perseroan fokus untuk meningkatkan market share dalam hal pengoperasian dan juga pengelolaan preservasi jalan tol, didukung dengan pengembangan teknologi yang inovatif.
“Kemudian, perseroan juga berkomitmen untuk menjaga pemenuhan standar pelayanan minimal di seluruh ruas jalan tol Jasa Marga Group, untuk memastikan terpenuhinya penyesuaian tarif di beberapa ruas jalan tol di tahun ini,” tambahnya.
Lebih lanjut, dalam hal pengendalian beban bunga, Jasa Marga mengaku fokus untuk melakukan refinancing, penerbitan instrumen obligasi dengan mekanisme PUB (Penawaram Umum Berkelanjutan) pada Juli 2024, dan juga negosiasi dengan pihak perbankan untuk penyesuaian perjanjian kredit investasi di level anak perusahaan.
“Jasa Marga juga fokus untuk melakukan pengendalian aktivitas konstruksi jalan tol dengan membangun secara bertahap, guna memastikan tarikan pinjaman kredit investasi akan digunakan secara tepat guna,” tandasnya.
Baca Juga
Patuhi Homologasi, WSBP Siap Bayar CFADS Rp 75 Miliar dan Gelar Private Placement
Corporate Finance & Investor Relations Senior Group Head Haning Pangastuty menjelaskan, atas kinerja Semester I ini, terdapat efek dari penyesuaian atas penerapan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 72/2023 terkait Penyusutan Harta Berwujud dan/atau Amortisasi Harta Tak Berwujud yang dilakukan oleh Perseroan dimana terdapat penambahan Pendapatan Pajak Tangguhan sebesar Rp 600,41 miliar (non-cash).
“Namun, tanpa adanya perhitungan dari efek tersebut pun Perseroan tetap memperoleh nilai Core Profit sebesar Rp 1,75 triliun pada Semester I -2024, tumbuh 52,05% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Hal ini menunjukkan bahwa Jasa Marga mampu menjaga pertumbuhan laba dan menjaga kinerja rasio keuangan yang semakin membaik, seiring dengan peningkatan volume lalu lintas dan dampak dari arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri di April 2024 lalu,” ujar Haning.
Haning menambahkan, Perseroan masih memegang posisi market leader di industri jalan tol dengan total panjang jalan tol beroperasi Jasa Marga Group sepanjang 1.264 KM yang merepresentasikan 45% jalan tol beroperasi di seluruh Indonesia, dengan total konsesi jalan tol sepanjang 1.736 KM.
“Perseroan juga tengah fokus terhadap lima proyek jalan tol yang tengah berjalan yaitu, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Jalan Tol Akses Patimban, Jalan Tol Jogja-Bawen, Jalan Tol Jogja-Solo, dan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi. Kami menargetkan untuk mengoperasikan Jalan Tol Jogja-Solo Paket 1.1 (Kartasura Klaten) sepanjang 22,3 km di akhir tahun 2024,” tuturnya.
Sebagai informasi, PT Jasa Marga (Persero) Tbk berhasil membukukan laba bersih pada Semester I- 2024 sebesar Rp 2,35 triliun, tumbuh 104,32% dibandingkan Semester 1-2023 sebesar Rp 1,14 triliun.
Sejalan dengan hal tersebut, JSMR mencatatkan lompatan laba bersih 184,1% sebesar pada semester I-2024 yaitu Rp 8,37 triliun dibandingkan Rp 6,13 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Grafik Harga Saham JSMR secara Ytd:

