Saham Jasa Marga (JSMR) Direvisi Naik Didukung Kenaikan Tarif Ruas dan Deleveraging Utang
JAKARTA, investortrust.id – Kenaikan tarif sejumlah ruas tol bersamaan dengan pembayaran sebagian utang dari divestasi saham membuat kinerja keuangan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) bertumbuh pesat tahun ini, dibandingkan ekspektasi semula.
Kondisi ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas memilih untuk merevisi naik target harga saham JSMR dari Rp 5.100 menjadi Rp 6.500. Dengan harga penutupan kemarin Rp 5,475, terbuka peluang penguatan lebih dari 18% atas saham perusahaan jalan tol terbesar di Indonesia ini.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Christian Sitorus dan Richard Jerry mengatakan, pemerintah telah menyetujui kenaikan tarif sejumlah ruas tol yang dikelola Jasa Marga di atas rata-rata normal 7%, seperti tol Jakarta-Cikampek, Balikpapan-Samarinda, dan Semarang-Solo.
Baca Juga
Jasa Marga (JSMR) Torehkan Kenaikan Laba Mengesankan, Bakal Berlanjut di Paruh II-2024?
Kenaikan tarif selanjutnya dengan target 2025 ruas tol tol Jakarta-Tangerang dan jalan tol dalam kota yang selama ini menjadi penyumbang besar terhadap pendapatan perseroan. Kenaikan tol akan terjadi bersamaan dengan peningkatan trafik sejumlah ruas, khususnya tol yang sudah lama beroperasi, tersebut dengan asumsi sekitar 2-3% tahun 2024 dan 2025. Kenaikan trafik ruas baru diperkirakan mencapai 12% pada 2024-2025.
“Dengan kenaikan tarif tersebut, kami memperkirakan pertumbuhan pendapatan perseroan tahun 2024 dan 2025 berkisar 11-24% yang berasal dari pesat kenaikan trafik ruas baru tol perseroan bersamaan dengan kenaikan tarif khusus sejumlah ruas tol perseroan,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Baca Juga
Perusahaan Affiliasi Grup Salim Teken Akuisisi 35% Saham Ruas JTT dari Jasa Marga (JSMR)
Bebeberapa ruas tol perseoran yang dikenaikan kenaikan tarif khusus, seperti ruas Balikpapan-Samarindo sebanyak 16,70% pada kuartal III-2023, Gempol-Pasuruan 16,80%, Solo-NGawi 24,98%, Surabaya-Gempol 12,30%, Semarang-Batang 29,50%, Semarang-Solo 23%. Sedangakn tarif Jakarta-Cikampek 35% naik kuartal I-2024 dan Surabaya-Mojokerto naik 10,16% pada kuartal III-2024.
Kenaikan tarif ruas tol Jakarta-Cikampek paling besar mencapai 35% yang mulai diterapkan awal Maret 2024 yang berimbas terhadap penurunan trafik ruas tersebut. Kenaikan tarif tersebut diharapkan berimbas positif dalam jangka Panjang terhadap peningkatan pendapatan ruas tersebut, termasuk pemulihan trafik.
Kenaikan tarif dan bersamaan dengan peningkatan trafik sejumlah ruas tersebut diharapkan berimbas terhadap kenaikan pendapatan perseroan sebanyak 24% tahun ini dan mencapai 11% tahun 2025. Sedangkan volume trafik diharapkan meningkat 3% tahun ini dan 4% tahun depan.
Baca Juga
Jasa Marga (JSMR) Akuisisi 10% Saham Milik Synergy di Ruas Cengkareng-Kunciran
Terkait divestasi sebanyak 35% saham PT Jasa Marga Transjawa keapda Metro Pacific Investments Coprs (MPIC) dan Warrington Investment Pte Ltd, dia mengatakan, Jasa Marga (JSMR) diharapkan mendapatkan dana Rp 15,7 triliun dalam bentuk tunai. Aksi ini tidak mengubah posisi JSMR sebagai pengendali dengan kepemilikan saham berkurang menjadi 65%. Aksi ini akan berimbas terhadap penurunan laba per saham ruas tol tersebut sekitar 2-5% untuk keuntungan non pengendali.
“Kami memperkirakan dana perolehan tersebut bakal digunakan untuk deleveraging, sehingga rasio DER bersih perseroan bisa turun menjadi 1,4 kali tahun 2024, dibandingkan perkiraan semula 1,7 kali. Begitu juga dengan rasio DER bersih tahun depan diharapkan turun dari 2,4 kali menjadi 1,3 kali.
“Pemangkasan utang akan memberikan keuntungan bagi JSMR dengna penurunan beban bunga yang bersamaan dengan perkiraan penurunan suku bunga yang menambah pemangkasan beban utang perseroan ke depan,” terangnya.
BRI Danareksa Sekuritas melanjutkan bahwa dengan jumlah pengembangan tol baru relative sedikit tahun 2024 dan 2025, belanja modal (capex) Jasa Marga (JSMR) diperkirakan hanya Rp 7,3 triliun dan Rp 6 triliun. Angka ini jauh rendah, dibandingkan rata-rata belanja modal tahunan perseroan berkisar Rp 23 triliun pada 2017-2019. Sedangkan kenaikan belanja modal diharapkan mulai terjadi pada 2026 dengan rencana pengembangan ruas baru.
Kedua factor tersebut mendorong BRI Danareksa Skeuritas untuk memeprtahankan rekomendasi beli saham JSMR dengan target harga Rp 6.500. Target tersebut memperkirakan ekspektasi lompatan laba bersih menjadi Rp 6,78 triliun tahun ini, dibandingkan tahun lalu Rp 2,74 triliun.
Grafik Saham JSMR

