Jaga Kinerja Tetap Positif, Bukit Asam (PTBA) Perbesar Pasar Ekspor ke Sejumlah Negara Ini
JAKARTA, investortrust.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) gencar memperbesar pasar ekspor batu bara. Perseroan juga memperkuat efisiensi operasi dan produksi guna mempertahankan kinerja positif di tengah harga komoditas berfluktuasi.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTBA Farida Thamrin mengatakan, dari sisi pasar ekspor, tujuan ekspor PTBA semakin beragam. Beberapa pasar berhasil dioptimalkan pada kuartal II-2024 di antaranya Bangladesh dan Filipina.
Baca Juga
Keselamatan Kerja Terjaga, Bukit Asam (PTBA) Raih Penghargaan di 2 Ajang Sekaligus
Potensi pasar utama juga dimaksimalkan, seperti ekspor ke India ditingkatkan sebanyak 37% menjadi 3 juta ton. Ekspor ke Thailand, Malaysia dan Vietnam juga naik signifikan.
Perseroan mencatatkan kenaikan Thailand pada Semester I-2024 sebanyak 933 ribu ton, melesat 605% secara tahunan. Ekspor ke Malaysia juga melambung sebanyak 257% meniadi 488 ribu ton. Adapun ekspor ke Vietnam melonjak 164% dari 461 ribu ton menjadi 1,2 juta ton.
PTBA juga terus memperkuat efisiensi di bidang operasi dan produksi dalam rangka mempertahankan kineria positif. Berkat berbagai langkah, di antaranya optimalisasi rasio nisbah kupas (stripping ratio) serta jarak angkut tanah dan batu bara, biaya tunai (cash cost) turn 6% secara tahunan menjadi Rp 844 ribu per ton.
"Kami fokus mengoptimalkan pencapaian kinerja operasional dan efisiensi secara berkelanjutan untuk menjaga kinerja positif perusahaan. Kami optimis dapat menjaga kinerja tetap positif dan sesuai dengan target hingga akhir tahun 2024," tegas Farida.
Baca Juga
Laba Bukit Asam (PTBA) Semester I Melemah, Bagaimana dengan Semester II?
Terkait belanja modal (capex) tahun ini, dia mengatakan, perseroan menyiapkan dana sebesar Rp 2,9 triliun. Sebagian besar anggaran tersebut akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur angkutan batu bara.
“Anggaran tersebut hampir sama dengan tahun lalu sebesar Rp 2,9 triliun, sebagian besar capex untuk persiapan kita dalam angkutan batu bara ke depan,” kata Farida Thamrin.
Grafik PTBA

