Ekspansi Rumah Sakit, Bundamedik (BMHS) Serap Capex Rp 142 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - PT Bundamedik Tbk (BMHS) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 300 miliar pada 2024. Dari jumlah itu, sekitar Rp 142 miliar atau 47% sudah terserap yang antara lain digunakan untuk ekspansi bisnis perusahaan dengan membangun rumah sakit (RS) Bunda di kota-kota baru.
Direktur Keuangan BMHS, Cuncun Wijaya mengatakan, capex tahun ini lebih besar dibandingkan tahun silam. Capex tahun lalu sekitar Rp 209 miliar, sedangkan tahun ini direncanakan sebesar Rp 300 miliar, atau meningkat 43,5%.
“Sampai Juni 2024, penyerapan capex sudah Rp 142 miliar atau sekitar 47%,” kata Cuncun dalam paparan publik BMHS secara daring, Senin (26/8/2024).
Baca Juga
Laba Bersih Bundamedik (BMHS) Meroket 157% Jadi Rp 10,96 Miliar di Semester I-2024
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bundamedik, Agus Heru Darjono mengungkapkan, emiten medis itu telah menyiapkan strategi jangka panjang dalam lima tahun ke depan terkait ekspansi penambahan RS di kota baru.
“Kami sudah petakan di teritori-teritori mana yang sudah dianalisis studi kelayakannya. Kami sudah memplot dalam lima tahun ke depan, kami akan memiliki RS di kota atau teritori yang belum kami bangun saat ini,” ujar dia.
Hingga 30 Juni 2024, menurut Agus, Bundamediktelah menyediakan layanan kesehatan terintegrasi yang menaungi 10 jaringan RS, 12 klinik bayi tabung (in vitro fertilization/IVF), 25 laboratorium, dan 126 jaringan klinik fertilitas.
“Semua telah terbukti melayani kesehatan keluarga di seluruh Indonesia selama lebih dari 51 tahun. Ini selaras dengan tagline Bundamedik Because Family Matters,” tutur dia.
Data publikasi Bundamedik menyebutkan, emiten tersebut pada semester I-2024 membukukan laba bersih Rp 18,6 miliar, melonjak 199% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada periode itu, Bundamedik mencatatkan pertumbuhan pendapatan di semua unit bisnis, yaitu RS meningkat 8%, Morula IVF Indonesia naik 4%, dan Diagnos tumbuh 14%. Pendapatan konsolidasi perseroan meningkat 9% secara tahunan (year on year/yoy).
Baca Juga
Jinxin Singapore Suntik Modal Anak Usaha Bundamedik (BMHS) Rp 351 Miliar
Agus Heru Darjono menegaskan, untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan bisnis, Bundamedik telah menetapkan sejumlah inisiatif utama, yaitu optimalisasi dan standardisasi pricing, serta peningkatan layanan kesehatan dan customer experience secara komprehensif.
Inisiatif lainnya adalah sentralisasi pemenuhan kebutuhan farmasi dan medis, integrasi data layanan kesehatan di seluruh ekosistem, serta penguatan budaya perusahaan.

