Di Atas Harga Penutupan, Investor Lokal Crossing Saham Merdeka Battery (MBMA) Rp 2,62 Triliun, Ada Apa?
JAKARTA, investortrust.id – Ada investor domestik terpantau melepas senilai Rp 2,62 triliun saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA). Sebanyak 4,34 miliar unit atau setara dengan 4,02% saham MBMA dilepas pemodal domestik kepada pemodal asing melalui pasar negosiasi atau crossing.
Sedangkan data registrasi pemegang saham MBMA per akhir Juli, yaitu PT Merdeka Energi bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan 54,04 miliar (50,04%) saham MBMA. Sisanya dimiliki Huayong International sebanyak 8,14 miliar saham atau 7,55%, Winarto Kartono sebanyak 2,36 miliar saham atau 2,19%, dan sisanya public sebanyak 30,74 miliar saham atau 28,46%.
Baca Juga
Merdeka Battery (MBMA) Serap Rp 8,07 Triliun dana IPO Saham, Mayoritas Bayar Utang
Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi sebanyak 4,34 miliar saham MBMA tersebut dibantu broker jual dan beli Trimegah Sekuritas. Sedangkan harga crossing saham tersebut berada di level Rp 605 per saham atau jauh di atas harga penutupan, Jumat (23/8/2024), Rp 540 per saham.
Sebelumnya, Merdeka Battery (MBMA) mengumumkan telah menuntaskan pemasangan autoclave dalam pembangunan High Pressure Acid Leach (HPAL), hasil kerja sama dengan GEM Co, Ltd. Autoclave menjadi komponen utama dalam fasilitas HPAL. Capaian ini akan mendukung rencana commissioning HPAL yang ditargetkan pada akhir 2024.
Menurut Presiden Direktur Merdeka Battery Materials Devin Antonio Ridwan, proyek joint venture itu akan menjadi salah satu aset strategis perseroan untuk menjadi pemasok global bahan baku baterai.
Fasilitas dimaksud, dibangun dan dioperasikan oleh PT ESG New Energy Material, anak usaha MBMA, sekaligus cucu usaha PT Merdeka Copper Gold (MDKA). “Produksi HPAL menargetkan pasar Amerika dan Eropa, serta memenuhi persyaratan RIA (regulatory impact assessment) Amerika dan tarif karbon Eropa,” tulis Devin dalam keterangannya.
Baca Juga
Merdeka Battery Materials (MBMA) Resmikan Autoclave HPAL Morowali
Perkembangan proyek HPAL PT ESG dimulai sejak ditandatanganinya perjanjian pinjaman hingga US$ 490 juta pada April 2024 dari sejumlah bank untuk mendanai pembangunan HPAL. Fasilitas ini berkapasitas 30.000 ton nikel dalam bentuk mixed hydroxide precipitate (MHP) per tahun. Adapun, produksinya akan ditingkatkan menjadi 40.000 ton per tahun pada tahap selanjutnya.
Pada awal Juni 2024, PT ESG merampungkan rancangan proyek dan konstruksi fondasi HPAL yang berlokasi di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah. Autoclave yang dipasang bulan ini bertekanan tinggi dengan kapasitas 1.168 m³, yang merupakan salah satu autoclave terbesar di dunia.
Grafik MBMA

