Merdeka Battery Materials (MBMA) Resmikan Autoclave HPAL Morowali
JAKARTA, investortrust.id – PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) rampungkan pemasangan autoclave dalam pembangunan High Pressure Acid Leach (HPAL), hasil kerja sama dengan GEM Co, Ltd.
Autoclave menjadi komponen utama dalam fasilitas HPAL. Capaian ini akan mendukung rencana commissioning HPAL yang ditargetkan pada akhir 2024.
Menurut Presiden Direktur Merdeka Battery Materials Devin Antonio Ridwan, proyek joint venture itu akan menjadi salah satu aset strategis perseroan untuk menjadi pemasok global bahan baku baterai.
Fasilitas dimaksud, dibangun dan dioperasikan oleh PT ESG New Energy Material, anak usaha MBMA, sekaligus cucu usaha PT Merdeka Copper Gold (MDKA).
Baca Juga
Merdeka Battery (MBMA) Kucurkan Pinjaman ke Anak Usaha US$ 150 Juta
“Produksi HPAL menargetkan pasar Amerika dan Eropa, serta memenuhi persyaratan RIA (regulatory impact assessment) Amerika dan tarif karbon Eropa,” tulis Devin dalam keterangan yang diterima pada Minggu (22/6/2024).
Perkembangan proyek HPAL PT ESG dimulai sejak ditandatanganinya perjanjian pinjaman hingga US$ 490 juta pada April 2024 dari sejumlah bank untuk mendanai pembangunan HPAL. Fasilitas ini berkapasitas 30.000 ton nikel dalam bentuk mixed hydroxide precipitate (MHP) per tahun. Adapun, produksinya akan ditingkatkan menjadi 40.000 ton per tahun pada tahap selanjutnya.
Pada awal Juni 2024, PT ESG merampungkan rancangan proyek dan konstruksi fondasi HPAL yang berlokasi di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah. Autoclave yang dipasang bulan ini bertekanan tinggi dengan kapasitas 1.168 m³, yang merupakan salah satu autoclave terbesar di dunia.
Baca Juga
Anak Usaha Merdeka Battery (MBMA) Ini Raih Fasilitas Pinjaman Jumbo, Nilainya Segini
Proyek HPAL PT ESG menggunakan teknologi HPAL generasi ketiga untuk mengekstraksi bahan baku nikel, kobalt, dan mangan secara lebih efisien. Tujuannya menghasilkan bahan baku baterai terner, campuran endapan hidroksida (MHP), nikel kobalt mangan oksida, prekursor terner nikel tinggi, dan bahan katoda terner.
Kelima bahan tersebut merupakan bahan baku strategis untuk baterai kendaraan bermotor listrik (electric vehicle/EV). “Konstruksi HPAL PT ESG terbilang memakan waktu yang relatif cepat dengan rentang waktu delapan bulan hingga pemasangan autoclave pada Juni 2024,” sambung Devin.
Jika beroperasi sesuai target pada akhir 2024, proses pembangunan HPAL MBMA diklaim akan menjadi contoh perampungan proyek HPAL tambang nikel laterit tercepat di dunia.

