Saham Bank Permata (BNLI) Mendadak ARA Usai Pengumuman RUPSLB, Ada Kaitan dengan Free Float Saham?
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) mendadak terbang melesat hingga auto reject atas (ARA) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (22/8/2024). Lompatan tersebut terjadi setelah diumumkan rencana rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSB) bulan depan.
Berdasarkan data BEI, saham BNLI melesat Rp 230 (24,60%) menjadi Rp 1.165. Saham perusahaan yang dikendalikan Bangkok Bank ini bergerak dalam rentang Rp 935-1.165. Berdasarkan registrasi pemegang saham, Bangkok Bank menggenggam 98,71% saham BNLI dan sisanya public hanya 0,29%.
“Perseroan akan menggelar RUPLSB pada Jumat 27 September 2024. RUPSLB tersebut akan diadakan secara hybrid,” tulis pengumuman resmi BNLI dalam papan pengumuman BEI di Jakarta, Kamis (22/8/2024).
Baca Juga
Tumbuh 8,7%, PermataBank (BNLI) Cetak Laba Rp 1,5 Triliun di Semester I 2024
Meski demikian, perseroan belum mengumumkan agenda RUPSLB kali ini. Apakah pengumuman ini berkait dengan penerbitan saham baru setelah perseroan mendapatkan persetujuan BEI untuk perpanjangan pemenunuhan batas minimum saham free float?
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya telah memberikan perpanjangan waktu untuk pemenuhan ketentuan terkait batas minimum saham free float kepada PT Bank Permata Tbk (BNLI). Persetujuan diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat No. S-267/D.04/2022, yang dikeluarkan pada 15 Desember 2022 dan dilanjuti dengan persetujuan BEI berdasarkan surat bursa No. S-08999/BEI.PP1/10-2023, yang dikeluarkan pada 18 Oktober 2023.
Dalam hal ini, PermataBank telah melakukan audiensi kepada OJK dan BEI untuk menjelaskan bahwa setelah Bangkok Bank menjadi pengendali baru PermataBank, Bangkok Bank telah melaksanakan Mandatory Tender Offer (MTO), sehingga kepemilikan sahamnya menjadi 98,71%.
Selanjutnya, OJK menyetujui permohonan perpanjangan pemenuhan free float saham PermataBank sebagai akibat dari MTO untuk diselesaikan selambat-lambatnya pada 7 Oktober 2024. Diketahui, perpanjangan pemenuhan free float ini juga sudah disetujui oleh BEI.
Baca Juga
PermataBank (BNLI) Raih Perpanjangan Waktu untuk Penuhi Free Float Sampai 7 Oktober 2024
Hingga semester I-2024, Bank Permata (BNLI) atau PermataBank berhasil mencatatkan kenaikan laba sebesar 8,7% secara tahunan menjadi Rp 1,5 triliun. Direktur Utama PermataBank Meliza M Rusli mengungkapkan, dengan dukungan yang kuat dari nasabah dan juga Bangkok Bank, perseroan tetap mampu mencatatkan kinerja positif meski di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi global.
“Peningkatan kinerja bank juga disertai dengan strategi penerapan manajemen biaya yang disiplin dan efisiensi operasional yang optimal melalui digitalisasi,” ujarnya.
PermataBank, lanjut Meliza, terus menjaga keberlanjutan sinergi ekosistem partner bersama Bangkok bank sebagai pemegang saham pengendali (PSP), serta terus menjaga posisi likuiditas di level aman dengan struktur modal yang kuat.
Grafik Saham BNLI

