Nippon Indosari (ROTI) Ungkap Targetkan Pengoperasian Pabrik Pekan Baru dan Volume Penjualan 2026
JAKARTA, investortrust.id – PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) menargetkan Pembangunan pabrik roi Pekan Baru tuntas akhir tahun 2024. Dengan tambahan tersebut, perseroan akan memiliki 15 pabrik dengan kapasitas produksi mencapai 5,7 juta potong roti per hari tahun 2026.
“Kapasitas produksi tersebut diharapkan cukup untuk mendukung pertumbuhan penjualan perseroan hingga tahun 2026,” tulis manajeken dalam materi pabulic expose yang diterbitkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (22/8/2024).
Baca Juga
Gelar RUPSLB, Sari Roti (ROTI) Resmi Kantongi Restu Buyback Rp 1.700 per Saham
Hingga kini, perseroan telah mengoperasikan 14 pabrik yang tersebar di seluruh wilayah Jawa sebanyak 8 pabrik, Sumatra sebanyak 3 pabrik, Kalimantan dua pabrik, dan Sulawesi satu pabrik. Total kapasitasnya mencapai 5,1 juta potong roti per hari.
Dari sisi jangkaun distribusi, manajemen ROTI menyebutkan, telah memiliki 93 ribu titik penjualan di seluruh Indonesia. Distribusi melalui modern trade mencakup lebih dari 50 jaringan minimarket, supermarket, dan hypermart.
Produsen Sari Roti ini juga merangsek melalui jaringan generale trade yang mencakup seluruh gerai tradisional, termasuk warung, tricycle, dan sepeda motor lebih dari 1.000 distrubutor dan agen.
“Penjualan melalui modern trade masih mendominasi terhadap total penjualan setara dengan 51% dan sisanya berasal dari saluran generale trade mencapai 49%,” tulisnya.
Baca Juga
Laba Nippon Indosari (ROTI) Naik 22%, Penjualan Wialayah Timur dan Barat Pesat
Hingga semester I-2024, perseroan membukukan kenaikan penjualan sebanyak 5,5% dari Rp 1,82 triliun menjadi Rp 1,92 triliun. Laba bersih bertumbuh lebih pesat mencapai 21,8% dari Rp 118,8 miliar menjadi Rp 144,6 miliar. Hal ini sejalan dengan kenaikan gross margin dari 52,5% menjadi 54% dan margin bersih naik dari 6,5% menjadi 7,5%.
Selain itu, ROTI menyebutkan bahwa perseroan telah mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan pembelian kembali (buy back) saham sebanyak-banyaknya 88 juta atau dengan harga pelaksanaan maksimum Rp 1,700 per saham.
Grafik Saham ROTI

