Saham BCA (BBCA) Tembus Rekor Rp 10.500, Bagaimana Selanjutnya?
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali cetak rekor harga tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) Rp 10.500 pada perdagangan intraday, Selasa (21/8/2024), Bursa Efek Indonesia (BEI). BBCA tercatat sebagai saham bank papan atas yang berhasil torehkan ATH sejak pertengahan Maret 2024.
Berdasarkan data perdagangan saham intraday sesi I BEI, saham BBCA dibuka melesat ke level tertinggi baru Rp 10.500 setelah terjadi kenaikan Rp 75 (0,72%) menjadi Rp 10.500. Dengan demikian, dalam dua hari perdagangan terakhir, BBCA berhasil torehkan ATH.
Baca Juga
Laba Melesat hingga Saham Sentuh Level Tertinggi, Analis Rekomendasikan Beli BCA (BBCA)
Berkat lompatan harga ke level ATH tersebut, kapitalisasi pasar (market cap) saham BBCA menjadi Rp 1.294 triliun dan menempatkan bank ini sebagai emiten dengan kapitalisasi terbesar di BEI. Sedangkan nomor dua dan tiga dipegang emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 1.270 triliun dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 821 triliun.
Lalu, bagaiman prospek selanjutnya saham bank yang dikendalikan Grup Djarum ini? BRI Danareksa Sekuritas dalam riset terakhirnya setelah rilis laporan kinerja keuangan semester I menyebutkan tren pertumbuhan kinerja keuangan BBCA diprediksi terus berlanjut, seiring CASA yang masih kuat didukung resilensi NIM.
Estimasi Kinerja Keuangan BBCA
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA dengan target harga Rp 11.300. Target harga tersebut mempertimbangkan NIM tetap kuat dan kualitas kredit masih terjaga dengan baik.
Target harga tersebut juga mempertimbangkan perkiraan kenaikan laba bersih BCA menjadi Rp 52,95 triliun tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 48,63 triliun. Sedangkan PPOP ditargetkan melesat menjadi Rp 68,87 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 62,44 triliun.
Pandangan positif terhadap prospek saham BBCA juga datang dari analis Sinarmas Sekuritas Arief Machrus dan Ivan Purnama Putera. Dua analis tersebut tetap mempertahankan rekomendasi add saham BBCA dengan target harga Rp 11.500 untuk 12 bulan ke depan. Sedangkan target harga tiga bulan terhitung sejak akhir Juli adalah Rp 10.800.
Baca Juga
Kredit BCA (BBCA) Naik 15,5%, Pertumbuhan Terbesar Disumbangkan Segmen Ini
Rekomendasi add dengan target harga Rp 11.500 tersebut mempertimbangkan kinerja keuangan BBCA yang solid sepanjang semester I-2024. Di antaranya, pertumbuhan kredit kuat mencapai 19,9%, pendapatan bunga bersih melesat 7,9%, dan laba bersih bertumbuh sebanyak 11,1% menadi Rp 26,87 triliun.
Sinarmas Sekuritas menyebutkan bahwa BCA akan tetap menjadi bank dengan tingkat pertumbuhan kinerja keuangan paling pesat tahun ini. Diproyeksikan laba bersih perseroan tembus Rp 54,22 triliun tahun 2024, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 48,63 triliun. NIM BBCA juga diprediksi menguat akhir tahun, dibandingkan realisasi semester I-2024 sekitar 5,7%.
Grafik Saham BBCA

