Saham BRI (BBRI) Bangkit Tembus Rp 5.100, Prospek dan Target Harganya masih Tinggi
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) akhirnya tembus level perdagangan di atas Rp 5.000 setelah sejak 26 April ditutup di bawah level Rp 5.000. Meski telah melesat, target harga saham bank pelat merah ini ternyata masih tinggi, sehingga potensi cuan masih pesat.
Berdasarkan data perdagangan saham intraday sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (21/8/2024), saham BBRI melesat Rp 150 (3,03%) menjadi Rp 5.100 hingga pukul 10.06. Level intraday tersebut tercatat sebagai harga tertinggi saham ini dalam empat bulan terakhir.
Baca Juga
Aktif Berantas Judi Online, BRI (BBRI) Blokir 1.049 Rekening
Penguatan harga saham BBRI tersebut juga sejalan dengan kenaikan empat saham bank besar lainnya, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Kenaikan tersebut juga sejalan dengan berlanjutnya kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ke level tertinggi baru intraday hari ini.
Lalu, bagaiman prospek selanjutnya saham BBRI setelah berhasil menguat di atas Rp 5.000? Mandiri Sekuritas dan Sucor Sekuritas dalam riset terakhirnya memberikan pandangan positif terhadap prospek kinerja keuangan dan target saham BBRI sampai akhir tahun.
Mandiri Sekuritas dalam riset terakhirnya menyebutkan bahwa dengan pertumbuhan laba mencapai 1% pada semester I ditambah peluang pemangkasan suku bunga perbankan paruh kedua tahun ini menjadi factor pendongkrak kinerja BBRI sepanjang 2024.
Mandiri Sekuritas meyakini bahwa performa BRI semester II akan lebih kuat dengan pemulihan tingkat keuntungan, sehingga perseroan tetap bisa mempertahankan rasio dividen tinggi tahun depan.
Baca Juga
Beri Keistimewaan, BRI Hadirkan Program Spesial MDR 0% bagi Merchant
Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 6.000 untuk saham BBRI.
Pandangan positif terhadap saham BBRI juga datang dari analis Sucor Sekuritas Edward Lowis. Menurut dia, realisasi laba BRI semester I-2024 sudah sesuai dengan perkiraan dan menunjukkan tingkat pertumbuhan stabil.
“Realisasi laba bersih BRI senilai Rp 29,7 triliun tersebut sudah sesuai dengan estimasi kami. Hal ini didukung keberhasilan perseroan mempertahankan kenaikan kuat pendapatan bunga sebanyak 15% didukung kenaikan kredit mencapai 11%,” tulisnya.
Baca Juga
Peringati HUT RI ke-79, BRI Kembali Berikan Beasiswa bagi Paskibraka Tingkat Pusat
Dia melanjutkan bahwa tingkat pertumbuhan keuntungan BRI akan pulih pada paruh kedua tahun ini, sehingga laba bersih perseroan diharapkan bisa mencapai Rp 57,9 triliun pada 2024. Sedangkan pemulihan paling pesat diharapkan terjadi pada 2025.
Hal ini mendorong Sucor Sekuritas untuk tetap mempertahankan prospek positif saham BBRI. Saham bank pelat merah terbesar ini direkomendasikan beli dengan target harga Rp 6.000. Target ini juga mempertimbangkan reaksi pasar yang terlalu berlebihan terhadap peluang penurunan kualitas asset perseroan.
Grafik Saham BBRI

