Fokus Infrastruktur Telko, Link Net (LINK) Lepas dan Sewakan Binis Bernilai Rp 12,94 Triliun ke XL
JAKARTA, investortrust.id – PT Link Net Tbk (LINK) bersama dengan PT XL Axiata Tbk (EXCL) menggelar transaksi pengalihan ServeCo dan sewa asset jaringan fiber optic dengan potensi pendapatan Rp 12,94 triliun. Pengalihan dan penyewaan ini akan tuntas setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham.
Sejumlah transaksi yang akan dilakukan kedua perusahaan tersebut adalah LINK akan mengalihkan ServeCo. Di antaranya, perseroan mengalihkan sebanyak 750 ribu pelanggan perseroan kepada EXCL. Termasuk pengalihkan broadband network gaetway (BNG), software, dan aplikasi yang dimiliki. Nilai pengalihan tersebut setara dengan Rp 1,87 triliun.
Baca Juga
Perseroan juga menandatangani sewa master dengan induk usahanya EXL, yaitu memasang, mengintegrasikan, dan menyewakan jaringan HFC/FTTH dan fasilitas lainnya kepada EXCL. Perseroan juga akan menyediakan layanan HFC/FTHH sesuai spesifikasi teknis, tingkatlayanan, dan persyaratan kepatuhan yang ditetapkan dalam perjanjian sewa master.
Perjanjian sewa tersebut berjangka waktu 10 tahun dan dapat diperpanjang selama periode lima tahun berdasarkan kesepatan. Adapun total nilai sewa master asset jaringan fiber optic mencapai Rp 12,94 triliun.
Struktur Pemegang Saham LINK
Manajemen Link Net (LINK) menyebutkan bahwa transaksi ini akan berdampak positif bagi perseroan. Pasalnya, bisnis layanan fixed broadband (FBB) dan fixed mobile convergence (FMC) memiliki peluang pertumbuhan ke depan. Apalagi tingkat penetrasi FBB di Indonesia masih rendah, diabndingkan negara-negara Asia Tenggara.
“Dengan rencana transaksi ini, perseroan mengalihkan bisnis residensial kepada EXCL yang nantinya akan mengintegrasikan bisnis FBB milik perseroan dengan bisnis mobile EXCL,” tulis manajemen LINK dalam penjelasan resminya di Jakarta, Jumat (16/8/2024).
Baca Juga
Link Net (LINK) Buka Peluang Lompatan Pendapatan, Jika Aksi Ini Terwujud
Selain itu, manajemen LINK menyebutkan, transaksi ini membuat perseroan bertransformasi menjadi perusahaan infrastruktur (FiberCo) terkemuka dan focus pada aktivitas inti pengembagnan dan perluasan infrastruktur jaringan fixed line guna mendorong pertumbuhan jaringan yang cepat koneksi internet berkualitas.
Implementasi transformasi FiberCo akan menjadikan LINK sebagai perusahaan jaringan fiber terbesar di Indoensia dan mewanarkan potensi pertumbuhan pesat ke depan. Hal ini diharapkan dapat mengerek kinerja keuangan perseoran dalam jangka Panjang.
Grafik Saham LINK

