Saham Bank Jago (ARTO) Melesat hingga Diburu Investor Asing, Begini Prospek dan Target Harganya
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) mendadak melesat Rp 180 (7,23%) ke level tertinggi dalam tiga bulan terakhir Rp 2.670 pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin. Saham ARTO juga telah melesat lebih dari 9% dalam sebulan terakhir. Lompatan ini terjadi setelah perseroan merilis laporan kinerja keuangan semester I-2024 dengan pertumbuhan laba.
Saham ARTO juga masuk dalam daftar lima saham yang diborong pemodal asing kemarin dengan total pembelian bersih (net buy) Rp 43,74 miliar. Sedangkan total net buy saham emiten dikendalikan Jerry Ng ini telah mencapai Rp 88,84 miliar sepanjang 1-30 Juli 2024 dan saham ARTO tercatat sebagai saham bank digital yang paling diburuh sepanjang bulan ini.
Sedangkan dari sisi penguatan harga, saham ARTO jauh mengungguli saham bank digital lainnya pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BE), Selasa (30/7/2024), seperti saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) naik 5,69% menjadi Rp 260, PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) naik 1,65% menjadi Rp 925, PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) naik 2,46% menjadi Rp 250, dan PT Bank Raya Indonesia Tbk (BANK) naik 2,46% menjadi Rp 250.
Baca Juga
Laba Bank Jago (ARTO) Tumbuh 23% di Semester I 2024, Tembus Rp 50 Miliar
Lalu, bagaimana potensi saham ARTO selanjutnya setelah melesat hari ini? Analis Sinarmas Sekuritas Ivan Purnama Putera dalam riset kemarin menyebutkan, Bank Jago (ARTO) memiliki peluang besar untuk lanjutkan pertumbuhan, seiring dengan kemampuan perseroan untuk mendongkrak CASA. Potensi pertumbuhan telah terlihat dari kenaikan pesat simpanan sebanyak 46,7% menjadi Rp 14,8 triliun pada kuartal II-2024 setelah meluncurkan GoPay Tabungan.
Peluncuran sejumlah fitur baru untuk menggarap pasar dalam ekosistem terus membuahkan hasil positif yang ditunjukkan peningkatan CASA Bank Jago sebanyak 25,7% pada semester I-2024, dibandingkan periode sama tahun lalu. “Kami memperkirakan pertumbuhan CASA perseroan masih sangat pesat ke depan, apalagi perseroan saat ini baru menjaring 10% pelanggan GOTO,” terangnya dalam riset tersebut.
Bank Jago (ARTO), terang dia, masih memiliki peluang untuk menggarap setidaknya sebesar 40-50% pelanggan GOTO masuk menjadi nasanah Bank Jago ke depan. Potensi ini terbuka setelah diluncurkan layanan aplikasi GoPay Merchant untuk memberikan layanan keuangan yang aman dan mudah bagi pelaku usaha, khususnya pelaku UMKM. Penggalangan dana murah lebih besar lagi juga terbuka setelah meluncurkan “Buy Now, Pay Later” (BNPL) GoPay Later di ShopTokopedia yang terdapat di aplikasi TikTok dari pelanggan dan merchant TikTok-Tokopedia.
Baca Juga
Rugi Bersih GOTO Terpangkas 62%, On Track Menuju Profitabilitas
Berbagai faktor tersebut mendorong Sinarmas Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi add saham ARTO dengan target harga direvisi naik menjadi Rp 2.840 dalam 12 bulan ke depan. Target harga ini mempertimbangkan potensi kenaikan laba bersih ARTO menjadi Rp 138 miliar tahun ini, dibandingkan tahun lalu Rp 72 miliar. Laba bersih ini diharapkan kembali melesat menjadi Rp 210 miliar pada 2025.
Sementara itu, Analis BRI Danareksa Sekuritas Naura Reyhan Muchlis dan Victor Stefano memberikan pandangan positif atas keberhasilan ARTO menjaga biaya kredit (cost of credit/CoC) tetap stabil sekitar 1,7% pada kuartal II-2024, dibandingkan kuartal I-2024 sekitar 1,5%. Bahkan, CoC berhasil ditekan dari 5% pada semester I-2023 menjadi 1,6% pada semester I-2024.
Hal tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ARTO dengan target harga Rp 3.800. Target harga tersebut juga mempertimbangkan proyeksi kenaikan laba bersih ARTO menjadi Rp 125 miliar tahun ini, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 72 miliar.
Baca Juga
Hingga semester I-2024, Bank Jago (ARTO) membukukan lompatan laba bersih sebanyak 23% dari Rp 41 miliar menjadi Rp 50 miliar. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan non bunga dan laba operasional perseroan. Kenaikan juga didukung penurunan biaya pendaan (Cost of Fund/CoF) dari 3,3% menjadi 3%.
Kenaikan laba bersih tersebut sejalan dengan keberhasilan Bank Jago (ARTO) menekan rasio NPL dari 0,6% pada kuartal I-2024 menjadi 0,4% pada kuartal II-2024. NIM juga masih terkendali mencapai 7,3% pada semester I tahun ini. ROE naik dari 1% menjadi 1,2% pada semester I tahun ini.
Grafik Saham ARTO dalam Sebulan

