Tren Kenaikan Saham Amman Mineral (AMMN) Berakhir? Dua Faktor Ini bisa Jadi Pegangan
JAKARTA, investortrust.id – Gerak saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dalam sebulan terakhir cenderung tren turun, padahal rilis kinerja keuangan semester I-2024 membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih mengesankan.
Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham emiten tambang emas dan tembaga raksasasa yang teraffiliasi dengan grup Salim, Medco, dan Agoes Projosasmito ini turun senilai Rp 650 (5,74%) menjadi Rp 10.675 pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (8/8/2024).
Baca Juga
Sedangkan berdasarkan data Tradingview, saham AMMN telah melorot 6,36% dalam sebulan terakhir, namun untuk year to date (ytd) saham ini masih torehkan penguatan sebanyak 61,74%. Penurunan saham AMMN bisa lebih dahsyat lagi, jika dibandingkan dengan harga tertingginya intraday Rp 15.000 pada 28 Mei 2024.
Lantas, apakah tren penguatan saham emiten tambang raksasa emas dan tembaga ini sudah berakhir? Mandiri Sekuritas dalam riset terakhirnya menyebutkan bahwa AMMN berhasil memperbaiki kinerja keuangan secara cepat dan signfikan pada kuartal II-2024 yang berimbas terhadap lonjakan laba bersih. Hal ini menjadikan realiasi kinerja keuangan paruh pertama 2024 sudah sesuai dengan estimasi.
Baca Juga
Dirut Alexander Ramlie Alihkan 7,07% Saham Amman Mineral (AMMN), Ada Apa?
Ke depan, sebut riset tersebut, AMMN diharapkan kembali kejar ketertingalan produksi dan penjualan pada paruh kedua tahun ini. Hal ini diharapkan menjadi faktor penopang target produksi tembaga dan emas bisa bertumbuh 45,7% menjadi 456 juta lbs dan 1 juta oz meningkat 117,5% tahun 2024.
Selain optimisme terhadap peningkatan produksi, Mandiri Sekuritas menyebutkan, faktor lain terhadap sentimen AMMN datang dari rencana pengoperasian smelter yang ditargetkan mulai kuartal IV-2024. Berdasarkan data progress pembangunan smelter ini telah mencapai 92% hingga akhir April 2024.
Grafik Saham AMMN

