Masuk dalam Ekosistem Grab, Begini Respons Bos Superbank (SUPA) soal Isu Merger Grab dan GOTO
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Direktur PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) Tigor M. Siahaan merespons isu rencana merger antara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan Grab yang menjadi sorotan publik. Maklum, dari sederet pemegang saham perusahaan, ada nama PT Kudo Teknologi Indonesia yang sudah diakuisisi oleh Grab pada tahun 2017 lalu.
Tigor menegaskan perseroan tidak ingin berspekulasi di luar informasi resmi yang beredar. “Saya nggak bisa komen dengan spekulasi yang diluar, yang beredar,” ujar Tigor saat ditemui usai seremoni pencatatan saham SUPA, di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, (17/12/2025).
Namun demikian, ia menekankan Superbank saat ini tetap berjalan solid dengan dukungan ekosistem yang ada. Menurutnya, seluruh ekosistem Grab yang selama ini terintegrasi telah berjalan bersama Superbank dengan kinerja yang positif.
“Tapi yang saya bisa katakan bahwa semua ekosistem yang di Grab tadi semuanya itu berjalan dengan Superbank, dan itu berjalan dengan 2-3 tahun kemarin, 1,5 tahun sejak kita launching dan semuanya berjalan dengan sangat baik,” katanya.
Sekadar informasi saja, bank digital yang baru debut di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Rabu, (17/12/2025) memiliki struktur pemegang saham Superbank mencakup PT Elang Media Visitama (anak usaha PT Elang Mahkota Teknologi Tbk), PT Kudo Teknologi Indonesia (Grab), A5–DB Holdings, GXS Bank, KakaoBank, dan Singtel Alpha Investments, dengan Emtek dan Grab tercatat sebagai pemegang saham terbesar.
Baca Juga
Tigor mengungkapkan sekitar 60% nasabah Superbank berasal dari ekosistem, namun pertumbuhan juga datang dari luar ekosistem. Ia menyebut, minat masyarakat untuk menjadi nasabah Superbank tanpa melalui ekosistem juga cukup besar. Perseroan tidak menutup akses bagi nasabah di luar ekosistem, sembari terus menggali potensi keunggulan dari integrasi ekosistem yang sudah ada.
Terkait strategi ke depan, Tigor menegaskan Superbank akan tetap mengandalkan ekosistem sebagai salah satu kekuatan utama. Menurutnya, ekosistem merupakan low hanging fruit dengan biaya akuisisi dan keterlibatan nasabah yang lebih efisien.
“Superbank tetap mengandalkan ekosistem. Karena itu adalah low hanging fruit. Cost of acquisition-nya lebih rendah, cost of engagement, cost of survey lebih rendah. Akan tetapi kita tidak menutup dari luar ekosistem,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan investortrust.id rumor rencana merger antara GOTO dan Grab Holdings Ltd kembali menguat. Isu tersebut semakin ramai setelah Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membenarkan adanya pembahasan terkait penggabungan dua perusahaan teknologi besar tersebut.
“Iya, rencananya memang begitu (merger Grab dan GoTo),” ujar Prasetyo Hadi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (7/11/2025).
Prasetyo menambahkan, BPI Danantara disebut akan terlibat dalam proses tersebut, meski pembahasan masih berlangsung. “Kira-kira begitu (libatkan Danantara). Masih dicari bentuknya,” katanya.

