Begini Rekomendasi Saham Rokok Pasca Terbitnya Beleid Kesehatan Terbaru
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah telah menerbitkan aturan pelaksana dari Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
Salah satu aturan yang diatur dalam PP tersebut adalah pelarangan penjualan tembakau (rokok) secara eceran satuan per batang, kecuali cerutu atau rokok elektrik.
Beleid ini berimbas pada anjloknya harga saham emiten rokok pada perdagangan hari ini (1/8/2024) seperti PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) yang merosot 15 poin (1,53%) ke level Rp 965 dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang anjlok 325 poin (2,06%) ke level Rp 15.425.
Baca Juga
Naik Tipis, Avia Avian (AVIA) Cetak Laba Bersih Rp 808,24 Miliar
Selain itu, saham PT H.M. Sampoerna Tbk (HMSP) stagnan pada hari ini di level Rp 675, setelah kemarin (31/7/2024) anjlok 10 poin (1,46%) ke level Rp 675.
Analis MNC Sekuritas T Herditya Wicaksana mencermati bahwa pergerakan emiten-emiten rokok saat ini masih berada dalam fase downtrend. Dia menilai masih mendukung adanya koreksi lanjutan pada saham tembakau tersebut. “Untuk emiten nya kami rekomendasikan wait and see terlebih dahulu untuk semuanya,” jelasnya pada investortrust.id, Kamis (1/8/2024).
Sementara itu, analis Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan bahwa aturan ini digalakkan untuk melindungi dan meningkatkan kesehatan masyarakat.
Baca Juga
Delta Dunia Makmur Berbalik Rugi Rp 433 Miliar di Semester I-2024, Cek Penyebabnya
“Tapi memang sebenarnya sih tujuannya untuk perlindungan kesehatan masyarakat ya, sekaligus juga mempertegas aturan jadi kalau misalkan jika mengkonsumsi rokok harus lewat prosedur misalnya yaitu harus dewasa atau di atas 17 tahun. Kemudian membeli rokok juga harus per pak seperti di negara-negara maju ya,” tuturnya pada investortrust.id, Kamis (1/8/2024).
Menurutnya, hal ini bertujuan agar kesadaran masyarakat akan kesehatan dapat meningkat dan dapat mempengaruhi potensi peningkatan konsumsi produk-produk kesehatan. “Dan juga untuk meningkatkan healthy habit ya,” pungkasnya.
Sementara itu, Nafan juga merekomendasikan untuk wait and see saham GGRM sebab trennya yang masih downtren, kemudian rekomendasi hold saham WIIM dengan target price Rp 900, dan accumulative buy untuk saham HMSP dengan target price Rp 850.
Grafik Harga Saham Sejumlah Emiten Rokok secara Ytd:

