Laba Entitas Assosiasi Lambungkan Keuntungan Medco (MEDC)
JAKARTA, investortrust.id – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) membukukan kenaikan pesat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 68,24% dari US$ 110,46 juta menjadi US$ 200,99 juta pada semester I-2024.
Manajemen dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (31/7/2024), menyebutkan kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan perseroan dari US$ 1,11 miliar menjadi US$ 1,16 miliar.
Baca Juga
Medco Energi (MEDC) Adopsi Panel Surya dalam Operasi Hulu Migas
Sedangkan jumlah beban pokok pendapatan dan biaya langsung meningkat dari US$ 646,14 juta menjadi US$ 714,02 juta. Alhasil laba kotor perseroan turun dari US$ 470,06 juta menjadi US$ 451,34 juta.
Faktor utama peningkatan laba bersih perseroan semester I-2024 datang dari penurunan beban penjualan, umum, dan administrasi. Pertumbuhan laba juga didukung kenaikan laba dari entitas assoiasi dari semula US$ 21,45 juta menjadi US$ 88,57 juta pada semester I-2024.
Sementara itu, riset terakhir yang diterbitkan analis BRI Danareksa Sekuritas Christian Sitorus dan Timothy Wijayamemilih untukmemangkas target harga saham Medco Energi (MEDC) dari Rp 1.950 menjadi Rp 1.700 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Pemangkasan tersebut sejalan dengan revisi turun target kinerja keuangan tahun 2024 dan 2025.
Baca Juga
Medco (MEDC) Resmi Divestasi Kepemilikan Blok Migas di Libya
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset itu merevisi turun target laba bersih MEDC tahun 2024 dari semula US$ 358 juta menjadi US$ 327 juta. Sebaliknya perkiraan pendapatan direvisi naik dari US$ 2,13 miliar mnjeadi US$ 2,22 miliar.
“Kami memperkirakan penurunan produksi Perseroan pada paruh kedua tahun ini akibat adanya maintenance, sehingga membua target kinerja keuangan lebih rendah dari perkiraan semula. Sedangkan anak usahanya PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) diharapkan menjadi penyangga penurunan kinerja tahun ini,” tulisnya.
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa penurunan produksi minyak dan gas (migas) perseroan pada semester II tahun ini dipengaruhi adanya kegiatan perawatan berkala blok Senoro. Hal ini akan menurunkan volume lifting perseroan secara bersamaan menaikkan cash cost.
Grafik Saham MEDC

