Kamala Harris Dikabarkan Gaet Gary Peters sebagai Wakilnya di Pilpres AS, Investor Pasar Kripto Ketar-ketir
JAKARTA, investortrust.id - Kamala Harris, Wakil Presiden Amerika Serikat saat ini dikabarkan sedang mempertimbangkan Senator Michigan Gary Peters sebagai pasangannya pada pemilihan presiden 2024. Mengingat sikap Peters terhadap aset digital, potensi pasangan ini telah menghasilkan banyak perhatian, khususnya dalam komunitas kripto.
Menurut Axios, dorongan agar Peters menjadi calon wakil presiden sebagian besar datang dari serikat pekerja. Dimasukkannya Peters ke dalam daftar calon Harris dapat mendukung kampanyenya di negara bagian Michigan yang menjadi medan pertempuran penting. Menjelang pemilu tahun 2024, keputusan Harris mengenai calon wakil presiden dipandang sebagai hal yang sangat penting, dan Peters dilaporkan tertarik dengan peran tersebut. Dia saat ini berupaya menggalang dukungan dari rekan-rekannya di Partai Demokrat untuk calon wakil presiden.
Sementara itu, mengutip The BIT Journal, Selasa (30/7/2024) posisi Gary Peters mengenai aset kripto telah menjadi topik banyak diskusi. Stand With Crypto, sebuah kelompok advokasi politik nirlaba, mengkategorikan Peters sebagai orang yang sangat menentang kripto. Karakterisasi ini didasarkan pada co-sponsornya terhadap Undang-Undang Pencucian Uang Aset Digital pada tahun 2023, yang bertujuan untuk mengatasi penggunaan aset digital dalam pendanaan terorisme. Namun, perlu dicatat bahwa Peters juga mendukung pencabutan SAB-121. Ketentuan ini mengharuskan bank yang memiliki aset digital atas nama nasabahnya untuk mencatat aset tersebut sebagai kewajiban di neraca mereka.
Dalam suratnya kepada Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan, Peters menekankan bahaya yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan mata uang kripto. “Mengingat bahaya yang jelas dan saat ini ditimbulkan oleh pendanaan organisasi-organisasi ini dan organisasi militan lainnya, kami meminta Pemerintah untuk memberikan rincian tambahan mengenai rencananya. untuk mencegah penggunaan kripto untuk pendanaan terorisme,” ucap Peters.
Baca Juga
Memecoin Kamala Harris Tembus Rekor Tertinggi, Peluangnya untuk Mencalonkan Diri Melonjak hingga 90%
Potensi pencalonan wakil presiden Gary Peters bersama Kamala Harris telah memicu kekhawatiran dalam komunitas kripto. Pandangannya yang ketat terhadap regulasi mata uang kripto dapat mempengaruhi lanskap masa depan aset digital di Amerika Serikat. Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), dua mata uang kripto terkemuka, dapat sangat terpengaruh oleh tindakan regulasi baru yang mungkin didukung oleh Peters.
Meskipun Kamala Harris tidak terlalu vokal mengenai pendiriannya terhadap mata uang kripto seperti Peters, pilihan calon wakil presidennya dapat menandakan pendekatan pemerintahannya terhadap aset digital. Dengan skeptisisme Peters terhadap kripto, mungkin ada ekspektasi akan peraturan dan kebijakan yang lebih ketat yang bertujuan untuk membatasi penyalahgunaan mata uang digital.
Analis politik telah mempertimbangkan dampak potensial dari pemilihan Harris Peters sebagai pasangannya. Gavin Newsom, Pete Buttigieg, JB Pritzker, dan Josh Shapiro juga termasuk dalam calon wakil presiden potensial. Masing-masing tokoh ini mempunyai kekuatan dan pengaruh politik yang berbeda. Namun, hubungan kuat Peters dengan serikat pekerja dan pendiriannya terhadap isu-isu utama seperti regulasi aset digital menjadikannya pilihan yang unik dan berpotensi menguntungkan bagi Harris.
Baca Juga
Jadi Kandidat Capres AS Gantikan Biden, Apakah Kamala Harris Pro Kripto?
Adapun reaksi komunitas kripto terhadap berita ini beragam. Beberapa orang memandang sikap regulasi Peters sebagai langkah yang diperlukan untuk memberikan legitimasi dan keamanan pada sektor aset digital. Yang lain khawatir bahwa peraturan yang terlalu ketat dapat menghambat inovasi dan menghambat pertumbuhan pasar mata uang kripto.
Menjelang pemilihan presiden tahun 2024, keputusan mengenai calon wakil presiden Harris akan diawasi dengan ketat. Untuk industri kripto, potensi pilihan Gary Peters dapat menandai era baru regulasi dan pengawasan. Perkembangan ini menggarisbawahi pentingnya keputusan politik dalam membentuk masa depan aset digital.

