Eksekutif Kripto, Pejabat AS, dan Kamala Harris Dijadwalkan Bahas Kebijakan Kripto
JAKARTA, investortrust.id - Para eksekutif kripto dijadwalkan bertemu dengan para pembantu Gedung Putih dan Perwakilan Partai Demokrat Ro Khanna untuk membahas persoalan mendesak dan usulan perubahan kebijakan terkait kripto.
Melansir Cointelegraph, Senin (5/8/2024), secara detail, pertemuan tersebut juga akan dihadiri oleh pejabat tinggi dari tim kampanye pemilihan calon presiden Kamala Harris dan Gedung Putih, termasuk Penasihat Ekonomi AS Lael Brainard dan Wakil Kepala Staf Bruce Reed.
Diskusi itu bisa menjadi tanda kesediaan pemerintah untuk terlibat dengan sektor aset kripto dan mengatasi berbagai kekhawatirannya seputar kebijakan dan regulasi, sekaligus menyoroti makin menonjolnya sektor aset digital dalam politik Amerika Serikat (AS).
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari diskusi panel sebelumnya yang dilaksanakan pada Juli, dengan keterlibatan signifikan antara para eksekutif kripto dan pejabat Gedung Putih. Sesi tersebut dihadiri oleh para perwakilan dari para perusahaan aset kripto terbesar seperti Ripple dan Coinbase.
Baca Juga
Dua Anggota CFX Raih Lisensi Penuh Pedagang Fisik Aset Kripto di Indonesia, Siapa Saja?
Sekitar 50 juta warga AS telah berinvestasi pada aset digital, dan kandidat pemilihan presiden AS bersaing untuk mendapatkan dukungan serta sumbangan dari pemilih yang fokus pada kripto.
Mantan presiden dan calon presiden dari Partai Republik Donald Trump berupaya untuk merayu komunitas kripto, memanfaatkan ketidakpuasan di antara para pemimpin industri dengan pendekatan regulasi yang ketat dari pemerintahan Presiden Joe Biden terhadap sektor tersebut.
Dalam pidatonya pada 27 Juli lalu di Konferens Bitcoin 2024 di Nashville, Tennessee, Trump berjanji akan memecat Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) Gary Gensler dan mengubah AS menjadi pusat global untuk aset kripto jika terpilih kembali.
Baca Juga
Elon Musk Tidak akan Lagi Promosikan Kripto, Dogecoin Jadi Pengecualian
Sementara itu, pada bulan Juli juga, penasihat Kamala Harris menghubungi perusahaan kripto terkemuka untuk memperbaiki hubungan yang retak antara Partai Demokrat dengan industri kripto.
Menyusul surat dari perwakilan DPR AS dari Partai Demokrat, ada desakan yang semakin kuat bagi partai tersebut untuk mengevaluasi kembali pendiriannya terhadap aset digital. Surat tersebut menekankan perlunya transisi dari pendekatan yang dianggap bermusuhan ke pendekatan yang lebih mendukung.

