Pembiayaan Turun, Laba BFI Finance (BFIN) Anjlok 19,16%
JAKARTA, investortrust.id – PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) mencatatkan penurunan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 19,16% menjadi Rp 685,84 miliar pada semester I-2024, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 843,39 miliar.
Manajemen BFIN dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (26/7/2024), menyebutkan bahwa penurunan laba tersebut dipengaruhi atas penurnunan pendapatan perseroan dari Rp 3,19 triliun menjadi Rp 3,10 triliun. Penurunan terbesar datang dari piutang pembiyaan.
Baca Juga
Direktur Ini Borong Saham BFIN saat Harga Melorot 30,47% Ytd
Di sisi lain, BFIN mencatatkan kenaikan beban dari Rp 2,14 triliun menjadi Rp 2,26 triliun. Beban terbesar disumbangkan gaji dan tunjangan senilai Rp 775 miliar, beban bunga Rp 470,62 miliar, dan cadangan kerugian Rp 482,28 miliar.
Pelemahan pendapatan disertai dengan peningkatan beban menjadikan total laba perioder berjalan perseroan turun dari Rp 848,39 miliar menjadi Rp 685,79 miliar. Penurunan tersebut menjadikan laba per saham dasar BFIN turun dari Rp 56 menjadi Rp 46.
Baca Juga
Direktur Ini Borong Saham BFIN saat Harga Melorot 30,47% Ytd
Penurunan performa perseroan telah menjadikan saham BFIN melemah lebih dari 29% sepanjang year to date (ytd) 2024. Saham BFIN telah turun dari penutupan akhir tahun lalu Rp 1.205 menjadi Rp 805 pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini.
Grafik Saham BFIN

