Semester I-2024, Penjualan VKTR Teknologi (VKTR) Capai Rp 409 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mencatatkan penjualan bersih senilai Rp 409 miliar pada semester I-2024. Perolehan ini lebih rendah dari raihan periode sama tahun lalu Rp 642,19 miliar.
Direktur Utama VKTR Teknologi Mobilitas Gilarsi Wahju Setijono menjelaskan, kontraksi penjualan ini sejalan dengan tren penjualan kendaraan nasional yang tercatat menurun 19% (yoy). “Bahkan lebih dalam di segmen kendaraan komersial dengan penurunan sebesar 26% (yoy) menurut data Gaikindo,” jelas Gilarsi dalam keterangan resmi, Jumat (26/7/2024).
Baca Juga
Lepas 2,23% Saham VKTR Teknologi (VKTR), BNBR Ungkap Tujuan Ini
VKTR sendiri mengalami penurunan penjualan terutama pada segmen kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan manufaktur suku cadang. Penurunan penjualan dipengaruhi faktor eksternal, seperti periode politik dan kondisi makro global yang tidak menentu. Faktor-faktor ini sangat memengaruhi kondisi finansial dan perbankan. “Namun VKTR tetap optimistis dalam menjalankan bisnis yang unggul,” imbuh Gilarsi.
Sepanjang Januari-Juni 2024, perusahaan yang tergabung dalam grup Bakrie & Brothers ini mengantongi laba bersih Rp 19,9 miliar. Nilai ini berkurang dari raihan Rp 52,97 miliar pada semester I-2023.
Pada sisi balance sheet, VKTR mencatat kenaikan total aset sebesar 3% menjadi IDR 1,71 triliun dalam laporan keuangan konsolidasi untuk semester pertama tahun ini.
Jumlah aset sampai akhir Juni 2024 itu, menunjukkan komitmen perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya. Meskipun terjadi peningkatan liabilitas sebesar 8% menjadi Rp 563 miliar akibat kenaikan utang usaha. “VKTR tetap fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan,” tegas manajemen.
Baca Juga
Pertamina NRE dan VKTR Kembangkan e-Mobility as a Service, Percepat Adopsi Mobilitas Berkelanjutan
Dari segi inovasi, VKTR juga telah berhasil merampungkan prototipe pertama kendaraan listrik light duty-compactor yang ditargetkan untuk diluncurkan pada akhir Agustus mendatang.
Keberhasilan ini menjadi landasan yang kuat untuk memperluas ekspansi VKTR, terutama dalam segmen B2B dengan penjualan truk listrik. Produk ini akan menjadi rekam jejak baru untuk VKTR dalam melakukan ekspansi portofolio klien sebelumnya, dari perusahaan swasta hingga ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini.
“Saat ini VKTR fokus memenuhi kebutuhan klien untuk EV terutama di segmen heavy & light duty truck. Oleh sebab itu, pemenuhan pembuatan produk prototipe untuk uji-coba klien menjadi salah satu hal yang kami maksimalkan,” ucap Gilarsi.
Grafik Saham VKTR

