OJK Catat AUM Reksa Dana Berbasis ESG Tembus Rp 8,21 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, jumlah dana kelolaan (asset under management/AUM) untuk produk reksa dana berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG) telah menembus nilai Rp 8,21 triliun.
“Seiring dengan diluncurkannya indeks saham berbasis ESG dan berkelanjutan dari waktu ke waktu, hingga Juni 2024 total AUM reksadana berbasis ESG mencapai Rp 8,21 triliun,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi saat pembukaan acara Road to Sustainable Reaction for the Future Economy (SAFE) di Main Hall Gedung BEI, Senin (22/7/2024).
Baca Juga
Kadin: 26% Investor Global Jadikan ESG sebagai Navigasi Investasi
Sebagai upaya mendorong perusahaan tercatat menjadi contoh di pasar modal Indonesia, OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menyediakan lima indeks saham terkait ESG. Hal ini diharap mampu memberikan insentif pengurangan biaya pencatatan untuk obligasi terbawasan lingkungan.
BEI pun bekerja sama dengan lembaga penilai ESG internasional untuk memberikan layanan ESG kepada perusahaan tercatat di BEI, maupun pelayanan ESG scoring bagi BEI.
Lebih lanjut Inarno mengungkapkan, dirinya memiliki keyakinan bahwa masa publikasi dan sukuk tematik di Indonesia akan terus berkembang meski saat ini masih relatif kecil dibandingkan sukuk tematik yang diterbitkan di ASEAN.
Baca Juga
Libatkan BI, OJK dan Kemenkeu, Kemenko Perekonomian Usul Restrukturisasi KUR Fleksibel
Dalam acara bertema Strengthening ESG Implementation in Indonesia Business Sector tersebut, turut diluncurkan Katadata ESG Index yang diklaim sebagai alat penilaian terkait kinerja ESG perusahaan di Indonesia. (CR-10)

