45% Portofolio Berkshire Milik Warren Buffet Ditempatkan di 3 Saham AI Ini
JAKARTA, investortrust.id - Strategi Warren Buffett dalam berinvestasi adalah memilih perusahaan dengan pertumbuhan stabil, profitabilitas yang andal, tim manajemen yang kuat, dan inisiatif ramah pemegang saham seperti pembayaran dividen dan aksi buyback atau pembelian kembali saham.
Dikenal sebagai "Oracle of Omaha", Warren Buffett adalah salah satu investor paling sukses sepanjang masa. Buffett adalah komisaris, direktur utama, sekaligus pemegang saham terbesar di Berkshire Hathaway.
Berkat itu, Berkshire menghasilkan keuntungan sebesar 4.384.748% antara tahun 1965 dan 2023. Berikut adalah tiga saham yang dimiliki Berkshire yang diprediksi akan mendapat manfaat besar dari kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Adapun saham-saham tersebut menyumbang lebih dari 45% dari seluruh portofolio sekuritas yang diperdagangkan secara publik milik konglomerat tersebut senilai US$ 398,7 miliar atau sekitar Rp 6,5 triliun.
1. Snowflake: 0,2% dari portofolio Berkshire Hathaway
Pada kuartal pertama tahun fiskal 2025 perusahaan, yang berakhir pada 30 April, pendapatan produk Snowflake (NYSE: SNOW) mencapai US$ 789,6 juta, meningkat 34% dari periode tahun lalu. Hal ini menunjukkan tingkat pertumbuhan yang kuat pada nilai nominalnya, namun tetap melanjutkan tren perlambatan dari kuartal sebelumnya.
Snowflake mengembangkan Data Cloud-nya untuk membantu bisnis mengumpulkan data penting mereka ke dalam satu platform, sehingga data tersebut dapat dianalisis secara lebih efektif untuk mendapatkan nilai maksimumnya. Tahun lalu, Snowflake meluncurkan platform Cortex AI, yang memungkinkan perusahaan menggabungkan model bahasa besar (LLM) yang sudah jadi dengan data mereka sendiri untuk membuat aplikasi AI generatif.
Berkshire Hathaway membeli sahamnya di Snowflake sekitar waktu penawaran umum perdana spesialis cloud data tersebut pada tahun 2020, sehingga kemungkinan membayar sekitar US$ 120 per saham. Sahamnya melonjak hingga US$392 pada tahun 2021, tetapi sejak itu turun 63% dari level tersebut dan sekarang diperdagangkan pada US$ 142.
Baca Juga
2. Amazon: 0,5% dari portofolio Berkshire Hathaway
Berkshire membeli saham Amazon (NASDAQ: AMZN) pada tahun 2019, dan Buffett sering menyatakan penyesalannya karena dia tidak melihat peluang tersebut lebih awal. Amazon didirikan sebagai perusahaan e-commerce, namun berkembang menjadi cloud computing, streaming, periklanan digital, dan AI.
Berkshire Hathaway memiliki saham senilai US$ 2 miliar di Amazon, mewakili hanya 0,5% dari portofolio saham konglomerat tersebut. AI dapat mendorong pertumbuhan substansial bagi perusahaan dalam jangka panjang.
Baca Juga
Mau Berinvestasi? Yuk Simak Nasihat Terbaik dari Warren Buffett
3. Apple: 44,5% portofolio Berkshire Hathaway
Apple (NASDAQ: AAPL) adalah posisi terbesar Berkshire Hathaway sejauh ini. Konglomerat tersebut telah menghabiskan sekitar U$ 38 miliar untuk mengumpulkan saham mulai tahun 2016, dan posisinya kini bernilai US$ 177,6 miliar, bahkan setelah menjual 13% sahamnya karena alasan pajak awal tahun ini.
Perusahaan ini akan memasuki dunia AI dengan perangkat lunak Apple Intelligence barunya, yang akan dirilis bersamaan dengan sistem operasi iOS 18 pada bulan September. Hal itu dikembangkan melalui kemitraan dengan OpenAI, yang dirancang untuk mengubah pengalaman pengguna perangkat Apple.
Perusahaan ini mengembalikan banyak uang kepada pemegang saham melalui dividen dan buyback saham. Faktanya, Apple baru saja mengumumkan aksi buyback baru senilai US$ 110 miliar atau terbesar dalam sejarah perusahaan Amerika, demikian paparan Anthony Di Pizio dari The Motley Fool seperti dilansir Yahoo Finance, Senin (8/7/2024)

