Permintaan AI Meningkat, Saham Samsung Melonjak ke Level Tertinggi 3 Tahun
JAKARTA, investortrust.id - Saham Samsung Electronics Co Ltd melonjak ke level tertinggi sejak Januari 2021 setelah raksasa teknologi Korea Selatan itu memperkirakan laba yang lebih baik dari perkiraan untuk kuartal II. Hal itu berkat tingginya permintaan akan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Saham Samsung ditutup pada level 87.100 won pada Jumat (5/7/2024) usai meningkat 2,96% dalam sehari.
Produsen chip memori dan TV terbesar asal Korea Selatan tersebut memperkirakan laba selama tiga bulan hingga Juni 2024 akan melonjak 15 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini dipicu oleh peningkatan AI telah meningkatkan harga xi sehingga menaikkan perkiraan perusahaan untuk kuartal II 2024.
Perusahaan juga melaporkan lompatan lebih dari 10 kali lipat dalam labanya selama tiga bulan pertama tahun ini. Pada kuartal ini, perusahaan memperkirakan keuntungannya akan meningkat menjadi 10,4 triliun won atau sekitar Rp 123 triliun, dari 670 miliar won atau sekitar Rp 7,9 triliun pada tahun lalu. Angka tersebut melampaui perkiraan analis yang hanya sebesar 8,8 triliun won atau sekitar Rp 104 triliun menurut LSEG SmartEstimate.
Baca Juga
“Saat ini kami melihat permintaan chip AI yang meroket di pusat data dan ponsel pintar,” ujar kepala analis di perusahaan riset dan penasihat ITR Corporation yang berbasis di Tokyo, Marc Einstein dikutip dari BBC, Jumat (5/7/2024).
Optimisme terhadap AI adalah salah satu alasan kenaikan pasar yang lebih luas selama setahun terakhir, yang mendorong S&P 500 dan Nasdaq di Amerika Serikat mencapai rekor baru pada hari Rabu (3/7/2024).
Baca Juga
Telkomsel Teken Kerja Sama dengan KIPI, Jasa Marga, dan Samsung
Nilai pasar raksasa pembuat chip Nvidia melonjak melewati US$ 3 triliun bulan lalu, sempat menduduki posisi teratas sebagai perusahaan paling berharga di dunia. “Ledakan AI yang mendorong Nvidia secara besar-besaran juga meningkatkan pendapatan Samsung dan juga pendapatan seluruh sektor,” imbuh Einstein.
Sebagai catatan, Samsung Electronics adalah unit andalan konglomerat Korea Selatan Samsung Group. Di sisi lain, pekan depan, perusahaan teknologi tersebut menghadapi kemungkinan pemogokan selama tiga hari, yang diperkirakan akan dimulai pada hari Senin. Serikat pekerja menuntut sistem bonus dan waktu istirahat yang lebih transparan.

