Lotte Chemical (FPNI) Bidik Penjualan 300 KT Polyethylene di 2024
JAKARTA, investortrust.id – PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) membidik volume penjualan polyethylene berkisar 300 kilo ton (KT) tahun ini. Angka tersebut lebih rendah dari realisasi tahun lalu sebanyak 344 KT.
“Dari sisi kuantitas, volume penjualan paling tidak bisa dikejar sama dengan realisasi tahun lalu. Kondisi pasar tahun ini agak susah,” ujar Direktur Lotte Chemical Titan Calvin Wiryapranata di Artotel Suites Mangkuluhur Jakarta, Jumat (28/6/2014).
Baca Juga
RMK Energy (RMKE) Tetapkan Rasio Dividen 10,11%, Nilainya Segini
Tahun lalu, perseroan mengantongi pendapatan US$ 375 juta dari penjualan polyethylene. Sedangkan total pendapatan bersih sebesar US$ 376,2 juta. Masing-masing pendapatan berasal dari penjualan domestik sebanyak 319 KT atau US$ 348 juta dan ekspor 25 KT atau US$ 27 juta.
“Namun tahun ini, kami tidak memprediksi pendapatan karena harga bahan baku yang fluktuatif serta harga jual polyethylene yang masih rendah,” imbuh Calvin.
Tahun lalu, pendapatan Lotte Chemical turun 21%, dibandingkan 2022. Faktor utamanya, penurunan volume penjualan dan harga rata-rata masing-masing sebesar 5,7% dan 15,8%.
Baca Juga
Top! Saham Barito Renewables (BREN) Akhirnya Kembali ke Atas Rp 10.000, Prajogo Cuan Besar
Laba usaha perusahaan petrokimia ini juga mengalami penurunan, yakni 325% (yoy) pada 2023. Hal ini terjadi setelah rata-rata margin spread turun signfikan, antara harga jual polyethylene dan bahan baku utama sebesar US$ 22 per metrik ton.
Pelemahan kinerja tersebut, turut disebabkan penurunan permintaan akibat perlambatan ekonomi global, disertai inflasi tinggi menyebabkan pasar PE tertekan. Di sisi lain, terdapat pasokan produk petrokimia dari pabrik baru di regional yang semakin memperketat kompetisi.
“Kemudian harga bahan baku ethylene akibat permintaan yang melonjak dari produsen polimer regional,” imbuh Calvin.
Grafik FPNI

