Menteri Rosan Pastikan Pabrik Petrokimia Lotte Chemical Akan Produksi Komersial pada Maret 2025
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memastikan proyek investasi besar di sektor petrokimia senilai Rp 59,37 triliun milik PT Lotte Chemical Indonesia (PT LCI) di Cilegon, Banten telah siap beroperasi. Kepastian itu disampaikan saat Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, melakukan kunjungan ke kawasan industri PT LCI, Rabu (11/9/2024) kemarin.
Rosan sekaligus mengapresiasi PT Lotte Chemical Indonesia serta dukungan pemerintah daerah setempat, sehingga pabrik petrokimia tersebut hampir rampung seutuhnya. Ia menyebut progres pembangunan pabrik telah mencapai 98,7%. Ia juga memastikan pabrik petrokimia itu akan memulai produksi komersial pada Maret 2025 mendatang.
"Diharapkan bulan Maret nanti sudah mulai produksi dan bulan Mei sudah mulai ekspor,” ungkap Rosan dikutip dari keterangan tertulis.
PT LCI merupakan salah satu proyek investasi yang berhasil difasilitasi pemerintah pascapembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Investasi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2021. Setelah menghadapi berbagai kendala perizinan dan tumpang tindih lahan, proyek ini berhasil dimulai kembali konstruksinya pada April 2022.
Baca Juga
Lotte Chemical (FPNI) Bidik Penjualan 300 KT Polyethylene di 2024
Proyek PT LCI mencakup pembangunan fasilitas petrokimia untuk memproduksi polypropylene serta produk hilir lainnya seperti butadiene, dan BTX (benzene, toluene, xylene). Produk-produk ini akan menjadi bahan baku penting bagi berbagai industri seperti pembuatan botol, ban, cat, peralatan medis, hingga pengusir serangga.
"Industri ini sangat penting untuk hilirisasi di Indonesia. Tentunya di saat yang bersamaan, perusahaan juga menyerap 14 ribu tenaga kerja. Hanya 4% tenaga kerja dari Korea. Dari segi penyerapan tenaga kerja, teknologi, industrialisasi, dan ekspor, ini memberi dampak positif bagi Indonesia, terutama di daerah Cilegon," ungkap Rosan.
Rosan juga menekankan bahwa pemerintah memiliki kebijakan insentif super tax deduction hingga 200% bagi perusahaan yang berkontribusi dalam pengembangan pendidikan vokasi. Hal ini menjadi wujud upaya Pemerintah Indonesia untuk memastikan bahwa tidak hanya perusahaan yang tumbuh dan berkembang tetapi juga sumber daya manusia di Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, President Director PT LCI Yim Dong Hee, juga mengapresiasi kehadiran Menteri Investasi/Kepala BKPM ke fasilitas produksi LCI hari ini. Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah atas setiap perkembangan investasi yang terjadi di LCI.
Baca Juga
Menko Airlangga Harapkan Lotte Chemical Jadi Pendorong Industri Petrokimia Hilir Indonesia
"Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Investasi dan pemerintah daerah. Tahun depan, kami siap berproduksi, kami harap dapat kembali mengundang pemerintah ke sini," ujar Yim Dong Hee.
Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, investasi PT Lotte Chemical Indonesia tercatat sebagai penanaman modal asing (PMA) asal Malaysia, karena mayoritas pemegang saham (51%) adalah Lotte Chemical Titan Holding Bhd, yang berbasis di Malaysia. Selama 10 tahun terakhir, Malaysia menempati peringkat kelima sebagai negara asal foreign direct investment (FDI) terbesar di Indonesia, dengan total investasi mencapai USD 21,86 miliar.
Korea Selatan, sebagai negara asal pemegang saham minoritas di PT LCI, menempati peringkat ketujuh dengan total investasi sebesar USD 18,20 miliar. Kehadiran kedua negara ini dalam proyek petrokimia strategis menunjukkan kepercayaan investor asing terhadap potensi pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi Indonesia.

