Target Saham Mayora (MYOR) Dipangkas Saat Kinerja Tumbuh, Ada Apa?
JAKARTA, investortrust.id – CGS International memangkas turun target harga saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR) dari Rp 3.090 menjadi Rp 2.850 dengan rekomendasi tetap dipertahankan add. Meski dipangkas masih terbuka peluang penguatan harga 20,25%, dibandingkan penutupan kemarin level Rp 2.370.
“Revisi turun tersebut mempertimbangkan kenaikan imbal hasil obligasi dan menggunakan tingkat pertumbuhan jangka panjang yang lebih konservatif,” tulis riset yang diterbitkan CGS dalam riset beberapa hari lalu.
Baca Juga
Meski Kinerja Tren Naik, Sekuritas Ini Justru Pangkas Target Saham Mayora (MYOR), Ada Apa?
Meski target harga saham MYOR dipangkas, CGS International justru merevisi perkiraan laba bersih tahun 2024-2026. Revisi naik mengasumsikan kenaikan rata-rata harga jual (ASP) dari tidak ada menjadi meningkat sekitar 2,9% tahun ini. “Kami menaikkan asumsi ASP karena perusahaan ingin menjaga GPM minimum 25%, mempertimbangkan depresiasi rupiah terhadap US$, dan potensi kenaikan harga bahan baku di kuartal-kuartal berikutnya,” tulis riset tersebut.
Revisi naik target laba bersih juga mempertimbangkan revisi naik EBIT margin didorong oleh biaya A&P yang lebih rendah. Diperkirakan biaya A&P terhadap penjualan tahun 2024-2026 diperkirakan menjadi 8%, diabndingkan asumsi semula bisa mencapai 9%. Sedangkan pertumbuhan EPS MYOR diharapkan mencapai 6,5% tahun ini atau lebih tinggi dari konsensus Bloomberg sebesar 2,8%.
Baca Juga
Usai Siklus Capex Besar, Mayora (MYOR) Buka Opsi Dividen Jumbo
Terkait realisasi kinerja keuangan MYOR kuartal I 2024, riset CGS International menyebutkan, pencapain sudah di atas perkiraan CGS International dan konsensus Blooberg untuk 2024. Laba bersih perseroan mencapai Rp 1,1 triliun atau naik 53% dari periode sama tahun lalu. Sedangkan laba inti bertumbuh 12% menjadi Rp 968 miliar. Raihan laba tersebut sudah merefleksikan 29% dari target CGS International dan mencapai 30% dari konsensus Bloomberg.
Selain itu, sekuritas tersebut menyebutkan, Mayora (MYOR) berhasil mencatatkan pertumbuhan GPM menjadi 27,8%. Angka tersebut tertinggi dalam tiga tahun terakhir, didukung perbaikan harga bahan baku. Pertumbuhan kuat juga terlihat dari sisi pendapatan dengan kenaikan 4% menjadi Rp 8,8 triliun atau sesuai dengan proyeksi CGS International dan konsensus Bloomberg.
Grafik Saham MYOR

