Tokocrypto Bidik Volume Transaksi Rp 195 Triliun dan Jumlah Pengguna 6 Juta di Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id - Transaksi Tokocrypto dalam lima bulan terakhir ini menunjukkan tren positif. Seiring dengan pasar kripto yang mulai tumbuh kembali.
Di mana, Tokocrypto mencatatkan pertumbuhan dengan rata-rata daily trading volume mencapai lebih dari kurang lebih US$ 20-30 juta per hari. Sedangkan untuk tahun ini, platform perdagangan kripto tersebut mengejar target transaksi volume perdagangan sebesar US$ 12 triliun atau sekitar Rp 195 triliun, dengan jumlah pengguna 6 juta.
Chief Marketing Officer (CMO) Tokocrypto Wan Iqbal mengatakan, Tokocrypto telah berperan aktif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang aset kripto melalui program edukasi dan literasi finansial. Upaya ini membantu memperluas basis pengguna aset kripto dan meningkatkan volume transaksi di platform.
"Dengan terus menunjukkan pertumbuhan yang stabil di tengah-tengah tantangan industri aset kripto, Tokocrypto memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam ekosistem kripto Indonesia. Keberhasilan mereka memberikan harapan bagi industri ini, menunjukkan bahwa dengan inovasi, dan edukasi, tantangan dapat diatasi, dan pertumbuhan yang berkelanjutan dapat dicapai dalam industri yang penuh potensi ini," kata Iqbal di Jakarta, Kamis (13/6/2024).
Baca Juga
Adapun jumlah pengguna terdaftar di Tokocrypto mencapai lebih dari 4 juta investor saat ini. Di mana, pengguna Tokocrypto memiliki distribusi usia yang beragam, dengan mayoritas pengguna berusia antara 18-30 tahun (56,7%), diikuti oleh usia 31-45 tahun (33,9%), dan 46-ke atas tahun (9,4%).
Meningkatnya nilai transaksi juga beriringan dengan penyetoran pajak kripto kepada negara. Tokocrypto mendapatkan penghargaan sebagai salah satu wajib pajak dengan kontribusi terbesar di Indonesia. Hal ini menunjukkan keseriusannya dalam mendorong kontribusi sektor aset kripto terhadap pajak, sebagai sumber penerimaan negara yang berperan penting untuk pembangunan.
"Tokocrypto tetap stabil dalam dinamika industri aset kripto global. Operasional dan transaksi kami masih berjalan normal, dan kami melihat tren kenaikan yang menunjukkan kepercayaan pelanggan kami yang tetap kuat terhadap Tokocrypto," tambah Iqbal.
Fitur Baru dan Kolaborasi
Pengembangan dari sisi fitur dan produk terus dilakukan. Sejauh ini Tokocrypto telah melakukan independen listing yang meningkatkan volume perdagangan hingga 40%, di antara Velo (VELO), Creo Engine (CREO) dan Kommunitas (KOM). Selain itu, Tokocrypto juga telah meluncurkan berbagai inisiatif untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Mereka memperkenalkan fitur-fitur baru seperti Pembelian Berkala (DCA), di mana pengguna dapat melakukan auto investasi.
Pada bulan Juli 2024, Tokocrypto akan memperkenalkan fitur terbaru yang memungkinkan pengguna memperoleh passive income dari aset kripto yang mereka simpan. Fitur ini menawarkan beragam jenis kripto dengan suku bunga yang tinggi.
Baca Juga
“Selanjutnya, pada bulan Agustus, Tokocrypto akan meluncurkan produk terbaru yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan salah satu bank besar di Indonesia untuk meningkatkan adopsi penggunaan aset kripto secara lebih luas,” kata Wan.
Di sisi lain, Tokocrypto juga aktif berpartisipasi dalam berbagai kolaborasi dan kemitraan strategis dengan industri perbankan, e-commerce, lifestyle dan startup lainnya. Misalnya saja menjalin kolaborasi dengan blu by BCA Digital, BRI, Bank Neo Commerce dan Bank Permata guna memperluas adopsi kripto dan menawarkan lebih banyak pilihan, serta layanan bagi pengguna.
“Inisiatif ini mencakup integrasi dengan dompet digital populer dan platform e-commerce, memudahkan pengguna untuk melakukan transaksi perdagangan aset kripto,” ucap Wan.

